Sumur minyak ilegal meledak, puluhan warga Musi Banyuasin terbakar
Merdeka.com - Sebuah sumur minyak ilegal di Talang Sabah, Dusun III, Desa Tanjung Keputren, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, meledak. Akibatnya, puluhan penambang mengalami luka bakar ringan hingga cukup serius.
Informasi dihimpun, peristiwa itu diduga akibat percikan api puntung rokok dari seorang korban yang masuk ke sumur minyak, Rabu (11/1) sore. Para korban tak sempat lagi menyelamatkan diri lantaran ledakan sangat cepat dan keras.
Dari catatan kepolisian, dari puluhan korban, terdapat 18 korban mengalami luka bakar cukup serius yang kini sedang dirawat di RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, dan RSUD Lubuk Linggau. Para korban adalah Suparman (25), Adam Fauzi (19), Emi Karmansyah (26), Kuswandi (41), Wigo (20), Deka Handika (17), Sulaiman (19), Fredi (21), Widodo Arianto (24), Usman (19), Taufik (37), Yonsak (30) dan Parihon (41).
Sedangkan puluhan korban yang hanya mengalami luka bakar ringan hanya mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya ledakan. Data sementara terdapat dua kemungkinan, yakni puntung rokok dan percikan api dari mesin bor.
"Untuk korban meninggal belum ada laporan, hanya saja korban luka bakar serius ada 18 orang. Kita masih selidiki penyebab ledakan, saksi-saksi kita mintai keterangan," ungkap Julihan, Kamis (12/1).
Dia menjelaskan, sumur minyak yang meledak tersebut adalah ilegal dan telah ditutup polisi lantaran sebelumnya beberapa kali terjadi ledakan yang sama. Namun, warga kembali membukanya diam-diam untuk menambang minyak mentah.
"Sumur itu telah kita tertibkan sebelumnya. Kita masih selidiki siapa pemiliknya," ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, peristiwa ini menjadi evaluasi bagi penambang dan aparat kepolisian termasuk pihak terkait sehingga diperlukan pencegahan. Ke depan, polisi juga harus memfokuskan untuk mengungkap pemesan minyak mentah ilegal.
"Ledakan itu diusut terus, tapi pemesan, tujuan pengiriman juga bisa diungkap. Ini untuk memutus rantau operasional sumur minyak ilegal," kata Agung. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya