Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sumur Bor Milik Warga Gowa Keluarkan Air Berwarna Putih Seperti Susu

Sumur Bor Milik Warga Gowa Keluarkan Air Berwarna Putih Seperti Susu Kolam susu di Gowa. Istimewa

Merdeka.com - Sumur bor milik warga Songkolo, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa mengeluarkan air berwarna putih susu. Hal ini menghebohkan warga sekitar.

Sejak kemunculannya sekitar dua bulan lalu, air seputih susu yang ditampung di sebuah kolam ukuran 3x5 meter itu ramai dikunjungi warga. Bahkan anak-anak menjadikannya kolam tempat bermain. Selebihnya, ada yang mengambil air itu simpan untuk di wadah dibawa pulang karena diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Camat Bontomarannu, Muhammad Sabir Bangsawan menjelaskan, 'air susu' itu berasal dari sumur bor Lis Nurismi, Sekretaris Camat di kebun halaman rumahnya yang bersebelahan dengan rumah tetangga.

Rencananya di lahan itu akan ditanami bunga-bunga untuk persiapan event Beautiful Malino 2020 sekitar bulan Juni-Juli. Kemudian dibuat sumur bor sekitar dua bulan lalu untuk menyirami bunga-bunga.

"Saat tukang kerjakan sumur itu di kedalaman 80 meter, keluarlah air tapi tidak lazim. Airnya putih seperti susu. Putihnya bukan karena buih atau busa. Memang putih warnanya. Tidak ada rasa dan tidak bau, layaknya air biasa. Hanya beda di warna saja," tutur Sabir kepada wartawan, Jumat (6/3).

Lis Nurismi lalu membuat penampungan dari tembok kira-kira berukuran 3x5 meter. Air dari sumur bor itu kemudian dialirkan ke bak penampungan yang kini sudah mirip kolam susu.

"Setiap pagi, mungkin sekitar ratusan orang datang ke bak penampungan itu. Ada yang mandi-mandi utamanya anak-anak. Ada juga warga yang bawa pulang untuk dikonsumsi. Mereka meyakini air itu bisa menyembuhkan penyakit gatal-gatal, sakit kepala dan lainnya. Entah benar atau tidak. Yang jelas, hingga saat ini belum ada terdengar keluhan warga sekaitan air itu," ujarnya.

Ditambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengeluarkan larangan agar warga tidak masuk ke lokasi itu, mandi atau mengkonsumsi airnya karena belum ada hasil penelitian yang memberikan jaminan aman.

"Hanya saja kedatangan warga tidak bisa dikendalikan. Meski dilarang, mereka tetap berduyun-duyun. Tapi satu atau dua hari ini, tempat itu benar-benar tidak dibuka untuk umum sampai keluar hasil penelitian dari pihak PT Sucofindo. Jangan sampai nanti ada dampak dari air itu," pungkasnya.

Yaya, salah seorang warga mengatakan, untuk masuk ke lokasi kolam susu tidak gratis. Warga ditarik tiket Rp2 ribu.

"Kalau mau masuk bayar Rp2 ribu. Saya tidak tahu itu siapa yang kelola, uangnya masuk ke mana. Kemungkinan oleh yang punya lahan sumur bor atau kolam susu itu," ujar Yaya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP