Sulit Dapatkan Solar, Ribuan Nelayan Muaragembong Bekasi Tidak Bisa Melaut

Selasa, 28 Juni 2022 22:33 Reporter : Adi Nugroho
Sulit Dapatkan Solar, Ribuan Nelayan Muaragembong Bekasi Tidak Bisa Melaut Perahu di Muaragembong Bekasi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan nelayan di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi tidak bisa melaut. Setiap hari mereka hanya menyandarkan perahu di dermaga karena kesulitan mendapatkan bahan bakar bersubsidi jenis Solar dan Pertalite.

Seperti nelayan di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong. Di wilayah ini, sekitar 1.500 nelayan tidak bisa melaut karena sulit mendapatkan bahan bakar bersubsidi.

Selama ini, untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi ribuan nelayan harus membelinya di SPBU Batujaya, Kabupaten Karawang. Namun pihak SPBU saat ini tidak bisa melayani mereka karena mengalami kelebihan penjualan dari sektor pertanian.

"Di Muaragembong tidak ada SPBU, jadi nelayan biasanya beli BBM bersubsidi di Batujaya Karawang, nah sekarang mereka kesulitan melaut karena tidak bisa mendapatkan BBM," ucap Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Ahmad Qurtubi, Selasa (28/6).

Dia mengatakan, pihak desa akan mengajukan surat permohonan pembangunan SPBU khusus untuk nelayan ke Dinas Pertanian, Pemkab Bekasi dan BP Migas. Jika direalisasikan, maka lokasi pembangunannya akan berada di Desa Pantai Bahagia atau Pantai Mekar.

"Nelayan yang menggunakan perahu jenis ketinting butuh lebih 10 liter Pertalite per hari, kalau yang pakai perahu jenis jukung butuh 30 sampai 40 liter solar per hari, makanya kami minta supaya dibangun SPBU khusus untuk nelayan, karena tidak bisa melaut akan berdampak pada pendapatan nelayan," katanya.

Camat Muaragembong, Lukman Hakim membenarkan hingga saat ini di wilayahnya tidak ada SPBU. Kondisi itu pun menjadi salah satu penyebab ribuan nelayan sulit melaut jika tidak bisa mendapat pasokan BBM bersubsidi dari SPBU Batujaya Karawang.

"Surat permohonan pembangunan SPBU akan kami sampaikan ke Pak Pj Bupati Bekasi, draft-nya sudah ada. Jadi memang alasan utamanya nelayan kesulitan mendapatkan BBM solar bersubsidi," katanya.

Selain permohonan pembangunan SPBU, pihak kecamatan juga mengusulkan untuk mengaktifkan kembali fasilitas penyalur BBM bersubsidi yang telah vakum lebih dari 10 tahun lamanya.

"Fasilitas penyalur BBM ini dulu sudah ada, tiba-tiba mandeg, gak tahu sebabnya, nah ini supaya diaktifkan kembali. Jadi selain SPBU untuk umum, juga untuk nelayan, karena ini kan untuk perekonomian nelayan juga," ungkapnya. [cob]

Baca juga:
Kriteria Mobil dan Motor Dilarang Isi Pertalite, Tak Bisa Daftar di MyPertamina
Main HP Dilarang di SPBU, tapi Beli Pertalite Harus Pakai Aplikasi MyPertamina
Catat, Kriteria Konsumen yang Bisa Membeli Solar Subsidi di MyPertamina
DPR Soal MyPertamina jadi Syarat Beli Pertalite: Pikirkan Rakyat Tak Punya Android
Pahami, Fakta Beli Pertalite & Solar Mulai 1 Juli 2022 Wajib Terdaftar di MyPertamina
Pertamina: Uji Coba Beli Pertalite Lewat MyPertamina Tak Berlaku untuk Sepeda Motor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini