Suharjito Luruskan Kesaksian Anak Buah yang Seret Nama Prabowo di Kasus Benur

Rabu, 5 Mei 2021 17:07 Reporter : Bachtiarudin Alam
Suharjito Luruskan Kesaksian Anak Buah yang Seret Nama Prabowo di Kasus Benur Edhy Prabowo jalani sidang di PN Jakarta Pusat. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito menjelaskan, kalau anak buahnya Ardi Wijaya salah menangkap terkait nama Prabowo yang dimaksud mendapatkan keuntungan dari ekspor benih benur lobster (BBL) pada PT Aero Cipta Kargo (PT ACK).

Hal itu menyusul disebutnya nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, oleh Ardi selaku Direktur Ekspor Impor PT DPPP. Dimana Ardi salah menangkap komunikasi dari Suharjito, bahwa yang dimaksud adalah Mantan Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo, bukan Prabowo.

"Nah terkait dengan komunikasi itu, kan saudara bilang bahwa PT ACK tidak bisa dipecah oleh orang lain, dipergunakan orang lain, karena punya Prabowo, yang saudara maksud Prabowo ini siapa?" kata hakim anggota saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (5/5).

"Edhy Prabowo," singkat Suharjito menjawab.

Lantas, menurut Suharjito, Ardi salah mengartikan apa yang dimaksud dirinya terkait pendapatnya soal kepemilikan PT ACK yang dimaksud milik Edhy Prabowo.

"Salah itu, salah mengartikan. tapi di situ kan Pak Edhy Prabowo. Kan yang punya kewenangan Pak Edhy Prabowo bukan Pak Prabowo Subianto (Menhan)," terangnya.

Sidang sebelumnya, Terdakwa Mantan Menteri Kelauatan dan Perikanan, Edhy Prabowo menegaskan bahwa Prabowo Subianto bukanlah pemilik dari PT Aero Cipta Kargo (PT ACK) selaku perusahaan kargo pengirim eskpor benih benur lobster (BBL).

"Bahwa PT ACK milik Pak Prabowo, saya nyatakan tidak benar yang mulia," kata Edhy saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/4).

Pernyataan itu dilontarkan Edhy sebagai sanggahan atas keterangan Ardi Wijaya selaku Manajer Ekspor Impor PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) yang menyebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP), kalau PT ACK milik Prabowo Subianto berdasarkan penangkapan dari percakapan Suharjito.

Merespon pernyataan tersebut, Ardi menyatakan bahwa informasi tersebut didapat dari atasannya yang merupakan Direktur PT DPPP, Suharjito, terkait hubungan Prabowo dengan PT ACK.

"Itu Pak Suharjito yang telepon pak, bukan saya," tanggap Ardi.

Sementara itu, ketua majelis hakim, Albertus Usada menyampaikan terkait keterangan fakta persidangan tersebut, pihaknya nanti akan menilai sisi keabsahan kesaksian itu. Untuk diketahui dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Edhy menyiapkan PT ACK untuk menampung uang dugaan suap pemberian izin ekspor benur.

Baca Selanjutnya: Nama Prabowo Subianto Disebut...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini