Stok Vaksin Covid-19 di Pangandaran Hampir Habis, Distribusi Belum Pasti

Rabu, 4 Agustus 2021 00:05 Reporter : Mochammad Iqbal
Stok Vaksin Covid-19 di Pangandaran Hampir Habis, Distribusi Belum Pasti Ilustrasi. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi menyebut stok vaksin di wilayahnya sudah hampir habis. Di sisi lain, masyarakat sudah ada yang menerima jadwal vaksinasi dosis kedua.

Yadi mengungkapkan bahwa vaksin yang ada di tempatnya saat ini hanya cukup untuk kegiatan vaksinasi sampai Rabu (4/8). Stok vaksin yang ada, diakuinya sudah dipakai saat vaksinasi dosis pertama sesuai arahan pemerintah provinsi Jawa Barat.

"Ketika vaksin dihabiskan untuk dosis pertama, dan sudah ada jadwal untuk vaksinasi dosis kedua, vaksinnya belum ada lagi," kata Yadi, Selasa (3/8).

Sejumlah puskesmas di Pangandaran, disebut Yadi saat ini sedang melakukan vaksinasi kepada warga. Namun diperkirakan stok vaksin yang ada saat ini hanya cukup sampai besok.

"Pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan saat ini pun menggunakan vaksin bantuan dari Polres Ciamis," sebutnya.

Jika sampai besok tidak ada distribusi vaksin yang baru, ia mengaku khawatir terjadi gejolak di masyarakat karena bisa saja berdampak kepada petugas di lapangan dari masyarakat yang melakukan reaksi.

Bupati Pangandaran, dikatakan Yadi, sudah berupaya dengan menghubungi sejumlah pihak agar stok vaksin bisa segera didistribusikan. "Bupati Pangandaran juga sudah mengirimkan surat langsung kepada Menteri Kesehatan untuk percepatan distribusi vaksin," katanya.

Selain itu, Yadi juga sudah berkomunikasi dengan Pos TNI Angkatan Laut di Pangandaran dengan harapan bisa mengupayakan distribusi vaksin karena habisnya stok di Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dinas Kesehatan, menurut Yadi sudah mengajukan usulan akan kebutuhan vaksin, namun dari hasil rapat, dari usulan yang diajukan 6.686 vial, Kabupaten Pangandaran hanya akan diberi 680 vial saja.

"Artinya hanya 1 per 10 dari usulan yang akan didistribusikan. Itu pun penyalurannya melalui tiga pintu, yaitu Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri," ucapnya.

Selain jumlah vaksin yang jauh dari pengajuan, distribusinya pun masih belum jelas. Karenanya saat ini pihaknya merasa khawatir karena banyak warga yang sudah harus divaksinasi dosis kedua namun vaksinnya belum ada.

"Untuk menuntaskan vaksinasi dosis kedua kepada masyarakat di Kabupaten Pangandaran setidaknya dibutuhkan 50 ribu dosis vaksin. Namun kendala saat ini, belum ada kepastian distribusi vaksin dari provinsi. Kita diminta terus usulkan vaksin, tapi kenyataannya vaksin yang diberikan sangat terbatas, itu juga belum jelas kapan datangnya," kata dia.

Yadi berharap agar distribusi vaksin dari pusat dan provinsi bisa berjalan lebih lancar karena saat ini respons masyarakat untuk mengikuti vaksinasi di Kabupaten Pangandaran sudah cukup baik

"Petugas vaksinator juga sedang semangat-semangatnya melakukan vaksinasi. Jangan sampai karena ada kendala distribusi ini, masyarakat melempem lagi untuk vaksinasi," tutup Yadi. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini