Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Status bergejolak, Ganjar kunjungi warga di lereng Merapi

Status bergejolak, Ganjar kunjungi warga di lereng Merapi Ganjar sidak warga di lereng Merapi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Aktifitas Gunung Merapi sampai saat ini tetap bergejolak. Terakhir gunung itu masih berstatus waspada. Hal itu membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tergugah memantau dari dekat keadaan warga di sekitar gunung berada di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Lawatan itu dilakukan pada Sabtu (18/5) petang hingga malam hari di sekitar lereng Merapi di sisi barat daya. Tepatnya di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan dari Lapangan Pramuka Kompleks Wisata Kaliurang, Yogyakarta.

Di Magelang, tepatnya di Dusun Cepit, Desa Kaliurang, Kabupaten Magelang yang berada dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi, Ganjar menemui ratusan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3. Ratusan warga empat dusun ini, yaitu Dusun Blego, Dusun Jamus, Dusun Pakunden dan Dusun Candi melakukan pertemuan dan pelatihan terkait pembentukan 'Sister Village' (Desa Bersaudara) yang merupakan salah satu metode penanganan bencana erupsi Merapi.

Ganjar berharap dengan adanya program ini, masyarakat Jawa Tengah khususnya yang ada di daerah rawan bencana, selalu siap dan waspada dalam menghadapi bencana. Termasuk menyiapkan kekuatan mental jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Termasuk dari segi psikologis kejiwaannya juga penting dan harus diperhatikan. Mbah Rono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono) setiap hari sms ke saya. Ini orisinal masyarakat, dan masyarakat punya daya tahan kuat saya dorong kerjasama berikutnya," kata Ganjar di lokasi lawatan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5).

Menurut seorang relawan dari Lembaga Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Mart Widarto, ada sembilan desa yang terlibat dalam program 'Disaster Village' terkait penanganan bencana ini. Sebanyak empat desa berada di KRB 3 dengan radius di bawah 15 kilometer, dan lima desa penyangga. Mart menjelaskan, program desa bersaudara itu dimaksudkan supaya bisa menampung ribuan warga desa yang mengungsi secara otomatis bila terjadi bencana.

"Termasuk mendata dalam rangka menyelamatkan dan mendata ratusan ternak seperti kambing dan sapi, serta harta benda mereka ke tetangga desa yang telah dituju. Sehingga harta benda mereka bisa semaksimal mungkin diselamatkan meski yang terpenting dalam hal ini penyelamatan diri. Meski kita tidak menginginkan erupsi Merapi ini terjadi," kata Mart.

Menanggapi penjelasan ini, Ganjar sangat mengapresiasi terkait program desa bersaudara ini untuk mengantisipasi jika terjadi erupsi di gunung teraktif di dunia ini. Ganjar menilai konsep desa bersaudara atau desa kembar ini merupakan konsep luar biasa. Selain ada upaya saling membantu juga lebih mempererat persaudaraan.

"Saya sangat mengapresiasi upaya dan penerapan desa bersaudara ini. Ini menarik dan jadi cara baru. Di mana kita saling mencari teman kalau terjadi bencana siap mengungsi. Tadi saya sebelum ke Merapi juga di lereng Gunung Slamet untuk mengecek kesiapan. Saya titip saja, semoga saja tidak terjadi bencana. Saya apresiasi luar biasa," ucap Ganjar. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP