Sri Sultan HB X: Virus Corona Belum Masuk Kategori KLB
Merdeka.com - Gubernur Daeray Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X menganggap kasus virus corona belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga belum ada rencana untuk melakukan isolasi diri atau lockdown.
"Kita belum ambil pemahaman KLB, sehingga kita belum melakukan close," kata Sri Sultan dalam keterangan pers yang disiarkan secara langsung oleh CNN TV di Yogyakarta, Minggu, (15/3).
Dia melanjutkan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengisolasi sebuah wilayah. Misalnya, pedagang kecil yang terancam bangkrut lantaran dagangannya tak ada yang membeli.
"Saya umpamakan, orang kecil nanti kalau jualan saya gak laku, mau ganti biaya hidup saya," kata Gubernur DIY ini.
Untuk itu, dia memandang dalam kondisi saat ini masih belum memerlukan kebijakan mengisolasi wilayah. Pihaknya masih memantau perkembangan yang terjadi di rumah sakit.
Sehingga jika mengeluarkan kebijakan berlandaskan dengan argumentasi yang kuat. Sebab, ada masalah ekonomi yang perlu jadi pertimbangan.
"Jangan karena ada masalah (virus corona) mall sepi, pariwisata tutup, orang jualan enggak laku, karena tidak ada orang datang. Itu jadi pertimbangan," kata dia mengakhiri.
Jokowi Belum Berpikir untuk Lakukan Lockdown
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa negara sudah melakukan lockdown atau penguncian akibat sudah terkena wabah virus corona (COVID-19). Indonesia pun sudah mendapati 34 kasus terjangkit virus, 3 sembuh dan 2 meninggal.
Dengan adanya hal tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum terpikirkan untuk melakukan lockdown seperti negara lain. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengklaim belum terpikirkan dengan langkah tersebut.
"Belum terpikir ke arah sana," kata Jokowi usai meninjau Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (13/3).
Diketahui virus corona (Covid-19) sudah menjangkit 117 negara. Ada beberapa negara yang sudah me-lock down mulai dari Italia, Manila, Irlandia dan Denmark.
Tidak hanya Jokowi, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yuri menjelaskan saat ini Indonesia belum membuka opsi lockdown untuk pencegahan virus. Dia menjelaskan jika dilakukan seperti Italia, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kita tidak akan membuka opsi lockdown. Karena kalau di-lockdown malah kita tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Yuri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.
Namun keputusan tersebut belum final. Karena hal tersebut akan dikoordinasi kembali.
"Tetapi tentunya ini akan menjadi keputusan bersama yang akan segara dikoordinasikan di tingkat kementerian," ungkap Yuri.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya