Sosok Jenderal Ketua Tim Reformasi Polri Bentukan Kapolri Bukan Sembarangan, Pernah Salaman dan Dipegang Paus Fransiskus

Kenali profil Irjen Chryshnanda Dwilaksana, pimpinan Tim Transformasi Reformasi Polri yang berpengalaman dan berprestasi.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Sosok Jenderal Ketua Tim Reformasi Polri Bentukan Kapolri Bukan Sembarangan, Pernah Salaman dan Dipegang Paus Fransiskus
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Prof Chryshnanda Dwilaksana menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Senin (26/5/2025). (Istimewa) (@ 2025 merdeka.com)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana sebagai ketua tim Transformasi Reformasi Polri. Pembentukan tim Transformasi Reformasi Polri tersebut tertuang melalui Surat Perintah (Sprin) bernomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025 diteken Kapolri pada 17 September 2025.

Terdapat 52 perwira tinggi dan menengah yang berada di dalam tim Transformasi Reformasi Polri selain Komjen Chryshanda. Sementara Kapolri Jenderal Sigit bertindak sebagai pelindung dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo sebagai penasihat.

Sosok Komjen Chryshnanda saat ini merupakan salah satu perwira tinggi Polri menjabat Kalemdiklat Polri. Pati Polri berpangkat jenderal bintang tiga di pundak malang melintang di korps bhayangkara. Berikut ulasan selengkapnya.

Sosok Chryshnanda

Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 3 Desember 1967, ini dikenal luas tidak hanya di lingkungan kepolisian tetapi juga dalam dunia seni. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Chryshnanda telah menempuh berbagai pendidikan kepolisian dan akademik yang mengantarkannya pada posisi strategis di Polri.

Chryshnanda adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 dan meraih gelar S-2 serta Doktoral dari Universitas Indonesia. Dia juga diangkat sebagai profesor dalam bidang kajian ilmu kepolisian pada tahun 2020. Pengetahuan dan pengalamannya di bidang lalu lintas membuatnya dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di Polri.

Perjalanan Karier Chryshnanda

Chryshnanda Dwilaksana memiliki perjalanan karier yang mengesankan di Polri. Ia pernah menjabat sebagai:

  1. Kasat Lantas Polres Pekalongan
  2. Kasat Lantas Polres Batang
  3. Dirlantas Polda Riau
  4. Direktur Lalu Lintas di Polda Metro Jaya
  5. Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri

Pada 11 November 2024, ia resmi menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Dengan jabatan ini, ia naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Prof Chryshnanda Dwilaksana
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Prof Chryshnanda Dwilaksana, menerima Tanda Kehormatan Order of Timor Leste di Kedutaan Besar Republik Demokratik Timor Leste di Jakarta, Senin (28/4/2025). (Istimewa) @ 2025 merdeka.com

Sisi Seni dan Penghargaan

Selain karier kepolisian, Chryshnanda juga dikenal sebagai seniman pelukis. Ia telah menciptakan sekitar 3.000 karya seni lukis dan mendapatkan rekor MURI sebagai polisi dengan karya lukisan terbanyak. Karya-karyanya sering dipamerkan, termasuk pameran di Museum ARMA, Ubud, Bali.

Chryshnanda juga menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Bhayangkara Pratama dan Nararya, serta berbagai Satyalancana. Prestasi ini menunjukkan dedikasinya tidak hanya dalam tugas kepolisian tetapi juga dalam seni.

Kalemdiklat Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana
Kalemdiklat Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana menyelesaikan dua lukisan kanvas dalam sesi live painting dalam Pameran seni rupa bertajuk Create Art Make Impact #2. (Istimewa) @ 2025 merdeka.com

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 26 Maret 2025, Chryshnanda memiliki total harta Rp4.557.739.783. Harta tersebut terdiri dari:

  1. Empat alat transportasi dan mesin senilai Rp561.500.000
  2. Harta bergerak lainnya senilai Rp3.789.000.000
  3. Kas dan setara kas senilai Rp207.239.783

Chryshnanda tidak memiliki aset tanah dan bangunan, serta tidak memiliki utang. Penunjukannya sebagai Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri bertujuan untuk mempercepat transformasi institusi Polri.

Pernah Salaman dan Dipegang Paus Fransiskus

Jenderal polisi ikut berduka dan kenang momen bersama Paus Fransiskus.
Jenderal polisi ikut berduka dan kenang momen bersama Paus Fransiskus. Instagram @chryshnandadwilaksana

Chryshnanda juga merupakan salah satu Pati Polri berkesempatan bertemu langsung pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus sebelum tutup usia pada Senin (21/4) pada usia 88 tahun. Kepergian Paus pun meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia, termasuk Chryshnanda.

Dalam sebuah foto, Chryshnanda mengenang saat bertemu dengan Paus Fransiskus saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada September 2024 lalu. Berikut ulasan selengkapnya.

Chryshnanda turut merasakan duka yang mendalam atas kabar meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4) sore WIB.

Melansir dari Instagram pribadinya @chryshnandadwilaksana, sang jenderal mengenang saat-saat bertemu Paus saat kunjungan ke Indonesia tahun lalu. Dia sempat berjabat tangan dengan tokoh penting di Katolik tersebut.

Kesan positif juga tampak dari raut wajah dan sikap Paus, yang dengan rendah hati menggenggam tangan sang jenderal saat keduanya saling bertatap mata.

Lewat sebuah caption, Komjen Chryshnanda menuliskan kata-kata duka mendalam sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Paus.

"RIP Paus Fransiskus 210425," tulis mantan Kasespim Lemdiklat Polri itu.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pembentukan tim Transformasi Reformasi Polri sebagai Langkah Kapolri Jenderal Sigit memastikan akuntabilitas institusi.

Trunoyudo mengatakan surat perintah ini merupakan tindak lanjut Polri dalam mengelola transformasi institusi dengan bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholders (pemangku kepentingan) terkait melalui pendekatan sistematis.

"Transformasi institusi guna mencapai proses dan tujuan akselerasi transformasi Polri sesuai dengan harapan masyarakat," kata Trunoyudo di Jakarta, Senin (22/9).

Proses dan tujuan reformasi institusi ini bersifat mendasar dan luas yang melibatkan seluruh satuan kerja dan wilayah berdasarkan visi strategis Polri atau Grand Strategy Polri 2025–2045.

Tim Transformasi Reformasi Polri bentukan Kapolri Janderal Sigit berbeda dengan tim Komisi Reformasi Polri yang hendak dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Prabowo melantik Jenderal (HOR) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian.

Diangkatnya Dofiri sebagai penasihat sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mempersiapkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan Komisi Reformasi Polri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut latar belakang pembentukan tim itu bertujuan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja dan pelayanan di institusi kepolisian.

"Keinginan Presiden adalah tentunya kan kita semua sangat mencintai institusi kepolisian, tetapi ada beberapa hal yang mungkin perlu dilakukan perbaikan, evaluasi, dan itu biasa untuk seluruh institusi sesuai arahan Presiden untuk memperkuat profesionalisme Polri," kata Prasetyo.

Rekomendasi