Solidaritas Tanpa Batas: PGRI Jateng Salurkan Bantuan Rp140 Juta untuk Penyintas Longsor Banjarnegara
PGRI Jawa Tengah menunjukkan solidaritas dengan menyalurkan Bantuan PGRI Jateng Longsor Banjarnegara senilai Rp140 juta dan kebutuhan lainnya bagi korban bencana.
Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan signifikan bagi para penyintas bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan berkelanjutan terhadap penanganan bencana yang melanda wilayah tersebut sejak hari pertama kejadian. Inisiatif ini menegaskan komitmen PGRI dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Bantuan yang diserahkan meliputi uang tunai sebesar Rp140 juta, berbagai kebutuhan pokok bagi pengungsi, serta dukungan finansial untuk mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang terdampak. Selain itu, PGRI juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp20 juta khusus bagi guru yang kehilangan rumah akibat longsoran. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, kepada Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, pada Minggu (14/12) di Kecamatan Pandanarum.
Solidaritas ini tidak hanya datang dari PGRI Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga melibatkan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Jateng, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), serta PGRI Kabupaten Banjarnegara. Sejak awal bencana, PGRI telah aktif mendirikan posko di lokasi untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Upaya kolaboratif ini menunjukkan peran aktif organisasi guru dalam penanganan krisis kemanusiaan.
Bentuk Solidaritas dan Dukungan PGRI
Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, menegaskan bahwa solidaritas merupakan salah satu semboyan utama organisasi ini. Kehadiran PGRI di Banjarnegara adalah wujud nyata dari komitmen tersebut untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana longsor. PGRI Banjarnegara juga dikenal selalu menjadi yang terdepan dalam setiap penanganan bencana di wilayahnya, menunjukkan kepedulian yang tinggi.
Total bantuan tunai yang diserahkan mencapai Rp140 juta, ditambah dengan berbagai barang kebutuhan penting bagi pengungsi. Bantuan ini juga mencakup dukungan khusus bagi mahasiswa UPGRIS yang terdampak dan tambahan Rp20 juta untuk guru yang kehilangan tempat tinggal. Seluruh dana dan barang ini merupakan hasil kontribusi dari PGRI Provinsi Jawa Tengah, YPLP PGRI Jateng, UPGRIS, serta PGRI Kabupaten Banjarnegara.
Muhdi, yang juga anggota DPD RI, menyampaikan bahwa PGRI telah hadir di lokasi bencana sejak awal kejadian. Mereka mendirikan posko khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan para penyintas longsor. Selain menyerahkan bantuan, Muhdi juga melakukan peninjauan langsung terhadap hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk para korban di Pandanarum, memastikan kondisi yang layak bagi mereka.
Peran Aktif PGRI dalam Pemulihan Pasca Bencana
Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan bantuan yang terus-menerus diberikan oleh PGRI. Ia mengakui bahwa anggaran pemerintah daerah sangat terbatas, sehingga dukungan dari pihak seperti PGRI sangatlah diperlukan. Bantuan ini menjadi krusial dalam upaya pemulihan pasca bencana longsor yang menimpa warga Banjarnegara.
Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono, menjelaskan bahwa PGRI secara bertahap terus membantu pengungsi sejak bencana terjadi untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sejak pekan pertama, PGRI cabang telah menyalurkan aneka barang, sayur-mayur, serta kebutuhan penting lainnya. Mereka juga menyediakan pakaian dalam, pakaian olahraga, dan pakaian Pramuka khusus untuk anak-anak sekolah yang terdampak, memastikan kebutuhan sandang terpenuhi.
Lebih lanjut, PGRI Banjarnegara juga turut serta dalam dukungan penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Mereka mengalokasikan bantuan sekitar Rp125 juta untuk penyiapan gorong-gorong kotak atau box culvert, yang merupakan infrastruktur penting. Heling menegaskan bahwa seluruh bantuan ini berasal dari kontribusi sukarela anggota PGRI, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat. PGRI berkomitmen untuk terus membantu pemerintah dalam penanganan dan pemulihan setelah bencana, baik jangka pendek maupun panjang.
Sumber: AntaraNews