Din Syamsuddin soal LGBT: Perilaku itu tidak bisa dibenarkan
Merdeka.com - Legalitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) masih jadi perdebatan di Tanah Air. Ada pihak yang mendukung, tidak sedikit menolak.
Utusan khusus presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAP) Din Syamsuddin angkat suara soal keberadaan LGBT. Din menegaskan, perilaku LGBT tidak bisa dibenarkan.
Din menjelaskan, LGBT sebetulnya tidak bisa dipandang sebagai perilaku bawaan sejak lahir, sebab itu terjadi akibat pergaulan dan lingkungan. Jika dilihat dari sudut pandang Islam, LGBT merupakan perilaku yang bertentangan dengan agama.
Dia menyebut, LGBT ini mirip dengan fenomena yang terjadi pada kaum Nabi Luth. Saat itu, perilaku homoseksual, lesbian, transgender, dan biseksual merajalela.
"Itulah yang telah membawa malapetaka kepada negerinya waktu itu. Langsung dihancurkan oleh Allah dengan hujan batu. Nah, agama Islam para ulama memprihatinkan persoalan ini yang menjadi fenomena dunia. Dan kemudian di Indonesia juga berkembang. Oleh karena itu, tidak bisa dibenarkan perilaku ini," tegasnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/2).
Tidak hanya Islam, kata Din, agama lain juga menolak perilaku LGBT. Misalnya Gereja Katolik sudah menegaskan bahwa LGBT adalah perbuatan dosa.
Jika dipandang dari sisi Hak Asasi Manusia, Din tak menyoal LGBT itu terjadi asalkan di tempat tertutup karena bersifat private. Namun, apabila LGBT dilakukan di tempat terbuka maka dianggap melanggar HAM orang lain, apalagi melakukan kampanye di media sosial.
"Itu yang saya tidak setuju dengan membawa human right. Sementara kampanyenya di ruang terbuka, media sosial, media. Ah itu bukan privat lagi," sambungnya.
Din menambahkan, pelaku LGBT memang perlu dirangkul kemudian diberikan pemahaman yang benar. Hak politik dan pendidikan LGBT juga perlu diperhatikan.
"Ya jangan diskriminatif (terhadap LGBT) sebagai warga negara yang punya hak sosial politik. Misalnya tidak boleh bekerja, sekolah, misalnya tidak dapat pemilu. Tapi bukan arti luas, yang misalnya (kita) mendukung kawin sejenis," kata dia.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya