Siswi MI di Palembang meninggal, keluarga duga akibat vaksin cacar

Selasa, 14 November 2017 21:33 Reporter : Irwanto
Siswi MI di Palembang tewas diduga usai vaksin. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Al-Hikmah di Kelurahan 7 Ulu Palembang, Jumiarni (8) menghembuskan napas terakhir pada Selasa (14/11) pagi. Keluarga menduga penyebab kematian Jumiarni karena vaksin cacar yang diberikan di sekolahnya.

Putri pasangan Juniarto dan Meisyah itu mengikuti vaksinasi cacar massal di sekolahnya, Jumat (10/11). Sore harinya, tubuh korban lemas namun dia tetap memaksakan diri bermain bersama teman-temannya. Pulang dari bermain, kondisinya semakin memburuk. Tubuhnya panas. Lengan kiri bekas disuntik vaksin, membengkak dan kedua kakinya lumpuh.

Orang tua korban meminta pertolongan ke pihak sekolah karena anaknya baik-baik saja sebelum divaksin. Korban dibawa ke Puskesmas terdekat dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang karena kondisinya semakin memburuk.

Empat hari dirawat, korban menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, Selasa (14/11) pagi. Jenazahnya dibawa ke rumah duka di Jalan Panca Usaha, Lorong Parlova, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Salah satu keluarga korban, Fitri (25) menuturkan, sebelum divaksin cacar, korban dalam keadaan sehat. Bahkan, pada hari vaksinasi itu, korban bangun pagi karena sangat bersemangat untuk mendapat vaksin bersama teman-teman sekolahnya.

"Sehat-sehat saja, setelah divaksin baru sakit, kakinya lumpuh. Waktu Jumat itu divaksin cacar oleh orang Puskesmas," ungkap Fitri.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi keponakannya itu sempat membaik. Namun, kesehatannya menurun hingga meninggal dunia.

"Kemarin-kemarin dia pingin pulang, katanya sudah bosan di rumah sakit, pingin main-main sama teman-temannya," kata dia.

Saat vaksinasi itu, diketahui hanya korban yang sakit. Puluhan siswa lain tidak mengeluhkan apapun setelah disuntik.

"Kami tidak apa-apa, cuma Ani (sapaan Jumiarni) yang sakit. Kami kaget Sabtu kemarin dia tidak sekolah karena lumpuh," kata Agus (8), teman sekolah korban.

Sementara pihak sekolah menyebut kondisi Jumiarni (8), sehat sebelum dilakukan vaksinasi cacar. Jumiarni meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, Selasa (14/11) pagi.

Kepala Madrasah Ibtidayah Al Hikmah 7 Ulu Palembang, Rahmat Irwani mengatakan, vaksin tersebut diberikan bagi puluhan siswa kelas dua dan tiga yang dilakukan tim medis Puskesmas 7 Ulu Palembang. Vaksinasi ini rutin dilakukan setiap setahun sekali bagi siswanya.

"Ya, memang rutin digelar, setahun sekali untuk anak-anak usia delapan tahun atau kelas dua dan tiga," ungkap Rahmat, Selasa (14/11).

Menurut dia, seluruh siswa dicek kondisi kesehatannya sebelum disuntik. Dari cek kesehatan itu, seluruh murid tidak ada masalah dan layak divaksi termasuk Jumiarni.

"Waktu itu sehat-sehat saja, tidak ada masalah, makanya dia (korban) disuntik. Kalau badannya panas atau ada keluhan lain pasti perawat tidak mau menyuntiknya," ujarnya.

Dia mengaku kaget mendapat kabar korban mengalami demam dan muntah-muntah malam harinya. Bahkan, keesokan harinya semakin memburuk berupa kelumpuhan di kedua kakinya.

"Sempat dibawa ke Puskesmas, terus dirujuk ke rumah sakit. Kami malah kaget pagi tadi meninggal dunia," kata dia.

Hanya saja, sambung Rahmat, dia kaget hidung korban mengeluarkan busa saat meninggal dunia. Dia enggan mengomentari keberadaan busa tersebut.

"Ya mengeluarkan busa, tapi tidak banyak," pungkasnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Vaksin
  2. Palembang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.