Simpang Siur Utang Rp1,3 Miliar Raja Agung Sejagat Saat Tinggal di Jakarta

Kamis, 16 Januari 2020 19:09 Reporter : Lia Harahap, Tri Yuniwati Lestari
Simpang Siur Utang Rp1,3 Miliar Raja Agung Sejagat Saat Tinggal di Jakarta Keraton Agung Sejagat. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada cerita lain di balik klaim Totok Santosa sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Sebelum membangun istananya di Purworejo, Totok pernah menetap di Ibu Kota. Tepatnya di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Totok tinggal di sana kira-kira tahun 2015 hingga 2016. Tinggal seorang diri, Totok memilih mengontrak rumah bedeng persis di samping rel Stasiun Ancol.

Rumah bedeng itu kini sudah berubah menjadi lahan dipenuhi tumbuhan liar. Kontrakan Totok sudah terbakar 2016 silam. Peristiwa itu pula yang membuatnya angkat kaki dari Pademangan.

Setelah kasus ini mencuat, Personel Polres Jakarta Utara sempat mendatangi pengurus RT tempat Totok tinggal. Dari situ polisi mendapat informasi bahwa pria kelahiran Wonosobo itu memiliki utang dengan pihak bank. Nilai mencapai Rp1,3 miliar.

"Keterangan dari RT setempat begitu. Jadi dia ada utang sama bank, untuk keperluan apanya enggak tahu. Pak Manaf cerita dia pernah didatangi orang bank yang menyampaikan Totok Santosa memiliki utang Rp1,3 miliar," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (16/1).

Polisi mendatangi Manaf pada Rabu (15/1) malam kemarin didampingi Babinkamtibmas. Saat itu, petugas juga bertemu pihak RW.

Dari keterangan warga, petugas bank sempat mendatangi dan menanyakan alamat rumah Totok.

"Dan waktu itukan rumah di alamat itu sudah terbakar. Oleh PT KAi tidak boleh dibangun lagi," sambungnya.

1 dari 2 halaman

merdeka.com menemui Ketua RT012/RW005 Abdul Manaf pada Kamis siang. Saat dikonfirmasi mengenai utang Totok, dia mengaku salah memberi informasi.

"Bukan, kalau itu lain lagi. Salah sebut orang saya tuh, lain lagi orangnya orang Surabaya itu, ada dua kasusnya. Tapi dia memang warga sini, dia punya kios di Angke, berapa bulan enggak bayar, nagih ke saya karena domisili di sini, bank datang untuk menanyakan. Saya bilang orang saya gak kenal kok," kata Manaf.

Manaf meyakini, utang Rp1,3 miliar tidak ada kaitannya dengan Totok Santosa.

"Lain lagi, lupa saya itu, ada orang Surabaya. Itu dia yang mau minta surat pindah, itu yang orang Surabaya pindah ke Cawang katanya. Kalau Totok itu hanya memperbarui KK, yang baru yang ada gambar Garuda," tegas Manaf.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Umum (Ditrekrimum) Polda Jateng telah menetapkan Totok Santosa dan Fanni Aminadia, sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal penipuan dan pembuat keonaran karena mendeklarasikan diri sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

"Jadi begitu ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tentang 1946 tentang menyiarkan kabar bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dan pasal 378 KUHP tentang penipuan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Rabu (15/1).

Dia menyebut pelaku mendirikan Keraton Agung Sejagat sejak 2018. "Buat kegiatan mendirikan prasasti pada 8 Desember 2019. 10 Januari 2020 mereka kirab dengan dihadiri warga sekitar. Dan 9 Januari rapat dan pesta raja," ujarnya. [lia]

Baca juga:
Menelusuri Singgasana Totok di Pinggir Rel Sebelum Klaim Jadi Raja Keraton Agung
Polisi Sebut Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Sebar Pengaruh Sampai Sumatera
Pengakuan Jenderal Tak Bergaji, Pengikut Keraton Raja Agung Sejagat
Mengungkap Permaisuri Raja Keraton Agung Sejagat
Keraton Agung Sejagat Dipastikan Bukan Penerus Kerajaan Majapahit

Topik berita Terkait:
  1. Keraton Agung Sejagat
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini