Sikapi pungli, Kapolri sebut negara ogah gaji anggota nakal

Jumat, 20 April 2018 20:53 Reporter : Irwanto
Sikapi pungli, Kapolri sebut negara ogah gaji anggota nakal Hadi Tjahjanto dan Tito Karnavian. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke Palembang untuk memberikan pengarahan kepada anggota TNI/Polri, Jumat (20/4). Salah satu instruksi yang disampaikan adalah larangan melakukan pungutan liar (pungli).

Menurut Kapolri Tito, tingkat kepercayaan publik terhadap instansi kepolisian sudah mulai meningkat sejak 2015. Kepercayaan ini diperkirakan akan semakin besar jika pelayanan kepada masyarakat lebih optimal.

"Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas institusi polri, terus meningkat dari tahun ke tahun," ungkap Kapolri Tito.

Oleh karena itu, dirinya menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk menjaga nama baik polri. Salah satu yang harus dihindari adalah melakukan pungli dalam bentuk apapun.

"Saya tidak akan segan-segan memecat polisi jika terbukti melakukan pungli," tegasnya.

Menurut dia, negara tidak ingin membayar mahal (gaji) siapapun yang melakukan pungli. Pungli akan menyudutkan citra polisi di mata masyarakat.

"Tingkatkan pelayanan, berbuat yang terbaik kepada masyarakat, jangan lakukan pungli," kata Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito menceritakan tentang gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), tempat berlangsungnya acara. Tito mengungkap, gedung itu memiliki kenangan tak terlupakan karena menjadi tempat acara perpisahan saat kelulusan SMA tahun 1983 silam.

"Saya tidak menyangka bisa kembali lagi ke sini dan memberikan pengarahan," tuturnya.

Di hadapan Panglima TNI, Tito juga tak sungkan-sungkan berbahasa Palembang pada pengarahannya. Tito sempat menyelipkan istilah bahasa Palembang tentang pemimpin. Dia memberikan nasihat siapapun jadi pemimpin jangan 'getah basah'.

"Izin Pak Panglima dan Pak Kasad, 'getah basah' itu istilah Palembang. Getah basah itu getah karet yang basah, kalau ada lalat langsung lengket dan tidak bisa terbang. Jadi getah basah itu kalau ada rejeki langsung masuk kantong dan tidak keluar lagi (pelit)," kata Tito disambut tepuk tangan dan gelak tawa anggota polisi dan prajurit TNI. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini