Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setnov tersangka lagi, Golkar yakin tetap solid hadapi Pilkada 2018

Setnov tersangka lagi, Golkar yakin tetap solid hadapi Pilkada 2018 Idrus Marham datangi KPK. ©2017 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka kepada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, terkait dugaan kasus korupsi e-KTP. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/11) sore.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, jika pihaknya tetap menghargai proses hukum yang ada dan memproses hukum yang berdasarkan pada fakta-fakta hukum untuk sebuah keadilan. Tapi, dirinya juga berharap kepada semua pihak agar tetap menghargai asas praduga tak bersalah.

"Sementara di internal Partai Golkar, kami berkeyakinan bahwa seluruh jajaran keluarga besar Partai Golkar tetap berjalan seperti biasa melakukan akselerasi, konsolidasi khususnya daerah-daerah yang menghadapi Pilkada 2018, ada 171 Kabupaten, Kota dan Provinsi," kata Idrus di kediaman Novanto, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).

"Keyakinan itu muncul tadi ya kami tadi ada Koordinator Bidang Kepartaian, ada Pak Yahya Zaini dan juga masih ada satu dua tiga ada di dalam berkeyakinan bahwa keluarga besar Partai Golkar khususnya yang ada di daerah-daerah tetap berjalan seperti biasa karena memang kekuatan Partai Golkar itu ada pada sistem," sambungnya.

Dirinya yakin jika Partai berlambang pohon beringin ini tetap solid meski Ketua Umum mereka telah menjadi tersangka. "Dan apabila keluarga besar Partai Golkar tetap Solid maka kami punya keyakinan prestasi-prestasi politik ke depan akan tetap kita capai," ujarnya.

Saat disinggung soal praperadilan, dirinya tak bisa menjawab dan semua dia serahkan kepada tim kuasa hukum Setya Novanto. "Kami tidak tahu itu dan silakan nanti saya kira Bang Novanto pada gilirannya akan menentukan dan semuanya akan ditangani oleh oleh tim penasehat hukum karena sudah punya tim penasehat hukum sendiri," ucapnya.

Idrus pun menambahkan, kedatangan Kuasa Hukum Novanto, Fredrich Yunadi ke Bareskrim Polri malam ini Jumat (10/11), itu sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Novanto.

"Saya kira bang Novanto ini punya tim kuasa hukum sendiri, tentu mereka akan melakukan langkah-langkah sendiri dan tentu itu sudah mungkin sudah berkoordinasi dengan bang Novanto," tambahnya.

Lalu, saat disinggung apakah Golkar akan menggelar rapat Pleno seperti waktu pertama Novanto ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Juli lalu. Menurutnya itu tak kembali dilakukan oleh partai Golkar.

"Saya kira ini sudah, jadi kita sudah cukup melakukan konsolidasi. Kita sudah menyampaikan kepada teman-teman ya dan saya kira ini karena Partai Golkar di dalam menghadapi situasi situasi seperti ini ya kita tentu tetap tenang. Jadi tidak ada yang perlu kita apa namanya kita membuat kita panik dan lain-lain," ujarnya.

"Dan untuk mempertahankan Novanto, saya kira seperti itu karena pada kesepakatan tetap berjalan seperti biasa mulai dari pada Rapimnas di Balikpapan, rapat pleno sebelumnya dan juga pertemuan-pertemuan sebelumnya ya tentu komitmen-komitmen yang ada tetap kita laksanakan bahwa kepemimpinan Bung Setya Novanto dan Idrus Marham sebagai hasil Munas 2016 tetap berjalan sampai pada akhir masa jabatan 2019," tandasnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP