Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan TNI ke Markas Brimob Semarang dipicu salah paham di ATM

Serangan TNI ke Markas Brimob Semarang dipicu salah paham di ATM Mako Brimob Simongan Semarang. ©2015 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, membenarkan ada insiden bentrokan di Mako Brimob Simongan. Insiden tersebut dipicu salah paham antara oknum dari kedua belah pihak di sebuah ATM BRI di Kompleks Kantor Pusat Koperasi Usaha Desa (Puskud) Jawa Tengah di Jalan Abdurahman Saleh Nomor 11, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Sementara oknum (Brimob) saja. Mengenai pastinya, apakah dia betul anggota Brimob atau bukan, sekarang masih dalam penyelidikan. Ditangani internal masing-masing, dari Propam juga turun. Malam ini saya baru dapat laporannya," ungkap Liliek kepada wartawan Minggu (12/7) malam.

Liliek menandaskan, terkait persoalan insiden tersebut sekarang sudah clear. Masyarakat diimbau tidak perlu panik, sebab sudah ditangani masing-masing instansi baik Polri maupun TNI.

"Ka Korps Brimob tadi sudah turun langsung ke Semarang, sudah dilaporkan ke Kapolri. Kami secara internal juga menangani (dugaan pelanggaran anggota). Kalau soal itu sudah ditangani Denpom Semarang," ujar Liliek.

Liliek meminta wartawan menunggu perkembangan dan hasil penyelidikan yang saat ini masih berjalan. "Agar informasinya valid. Tidak perlulah dibesar-besarkan, sudah clear. Sekarang fokus ke operasi kemanusiaan Ketupat Candi," tandasnya.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com di TKP ATM, insiden tersebut dipicu salah paham di Kompleks ATM BRI Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jateng terletak di Jalan Abdur Rahman Saleh Nomor 11 Kota Semarang Minggu (12/7) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Dua orang anggota Penerbang TNI AD (Penerbad) sedang mengambil ATM. Namun oleh lima orang oknum yang mengaku sebagai anggota Brimob merasa terlalu lama menunggu.

Terjadilah adu mulut dan salah paham terkait hal tersebut berujung kontak fisik. Oknum yang mengaku anggota Brimob tersebut memanggil delapan temannya yang lain dan mengeroyok dua anggota Brimob. Aksi pengeroyokan itu membuat salah satu anggota Penerbad TNI AD harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Hingga akhirnya terjadi bentrok lanjutan yang melibatkan ratusan orang anggota Penerbad TNI AD menyerbu Mako Brimob Simongan di Jalan Kumudasmoro, Giskdrono, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Penyerbuan dan pengeroyokan ratusan anggota Penerbad TNI AD itu mengakibatkan dua anggota Brimob mengalami luka.

Sebelumnya, ratusan aparat misterius bersenjata laras panjang terlibat bentrok dengan anggota Brimob Simongan di Markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 di Kawasan Jalan Kumudasmoro, Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (12/7) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Sempat terdengar beberapa letusan tembakan ke udara. Bahkan, sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian yang berusaha melihat insiden tersebut diusir dan disuruh masuk rumah oleh aparat misterius tersebut.

"Jumlahnya banyak, hampir mencapai ratusan orang bersenjata laras panjang. Mereka datang menggunakan sejumlah mobil dan motor. Warga banyak yang ketakutan," ungkap saksi mata, warga sekitar yang enggan disebut namanya saat ditemui merdeka.com di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Minggu (12/7) siang.

Sumber merdeka.com tersebut membeberkan, selain membawa senjata laras panjang, lanjut saksi tersebut, beberapa orang yang lain membawa benda mirip pelontar mortir.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP