Sepi pembeli, pedagang ketupat di Bali gigit jari
Merdeka.com - Jika tahun sebelumnya sehari sebelum hari raya Labaran, pedagang janur dan ketupat laris manis. Tidak yang terjadi di tahun ini, sejumlah penjual ketupat untuk Lebaran harus gigit jari karena sepi pembeli.
Seperti yang ditemui sejumlah pedagang di Pasar Badung Eks Tiara Grosir. Salah seorang pedagang Nyoman Kari mengaku sejak H-3 Lebaran sudah berjualan janur ketupat namun hasilnya tidak seperti tabun lalu.
"Lebaran lalu bawa 200 janur ketupat bisa hanya tinggal 5 ikat (1 ikat isi 5 ketupat). Sekarang masih sisa banyak, hanya laku 25 ikat seharinya (125 ketupat)," akunya Sabtu (24/6) di pasar Badung, Bali.
Ia mengaku penjualnanya saat sangat sepi. Pedagang asal Karangasem ini mengatakan bahwa untuk tahun ini umat muslim yang mudik jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
"Kalau tahun-tahun sebelum pasar kebakaran, penjualan sangat ramai, beda dengan saat ini yang menurun drastis," imbuhnya
Ia mengaku menjual ketupat dengan harga Rp 5.000/ikat. Selain ketupat dam janur, ia juga menjual janjanan bantal, yang kerap juga dicari pada hari raya lebaran. Sayang tidak seperti yang diharapkan laku terjual untuk Lebaran kali ini.
Hal senada dikatakan juga oleh pedagang lainnya Komang Ayu Muliyani. Ia juga mengatakan bahwa ketupat yang dijualnya masih banyak dan pembelinya sepi.
"Tahun sebelumnya, jam segini (sore) biasa ketupat saya sudah habis terjual," ujarnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya