Seperti di Brasil, Najwa usul napi gemar baca buku dikurangi hukuman
Merdeka.com - Duta Baca Indonesia Najwa Shihab mengusulkan agar Indonesia meniru Brasil yang memberikan insentif kepada para narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang gemar membaca buku. Khususnya bagi mereka yang berhasil menyelesaikan satu buku diberi imbalan pengurangan hukuman selama empat hari.
"Di Brasil, bagi warga binaannya yang menyelesaikan bacaan satu buku diberi pengurangan masa tahanan selama empat hari. Maksimal setahun 12 buku yang dipinjam," ujar Najwa di sela-sela kegiatan launching Pustaka Jeruji Indonesia di Lapas Klas IIA Kabupaten Maros, Sulsel, Senin, (16/10).
Mantan presenter Metro TV itu menambahkan, bukan hanya membaca buku, narapidana atau warga binaan mereka itu diwajibkan untuk menulis apa pesan atau kesan dari buku yang dibacanya. Yang ditulis itupun bukan sekadar ide yang dituangkannya tapi juga grammar atau tata kalimatnya harus diperhatikan.
"Jadi mereka itu dilatih untuk menulis dan menuangkan gagasan dan idenya yang didapatkan dari buku. Jadi pengurangan hukuman itu menurut saya adalah satu hal yang bisa kita pikirkan karena memang harus ada banyak cara kreatif untuk membuat orang gemar membaca terlebih bagi warga binaan yang aktivitasnya terbatas," tandas Najwa Shihab.
Sementara S. Alam Dettiro, salah seorang warga binaan yang merupakan inisiator pustaka ini mengatakan, Pustaka Jeruji Indonesia merupakan percontohan Perpustakaan internal di Lapas yg melibatkan jejaring komunitas di bawah koordinasi Pustaka Bergerak.
Juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sehingga warga yang berminat untuk mendonasikan buku bisa mengirim via PT Pos dengan biaya pengiriman gratis.
"Kurang lebih dua bulan beroperasi, kini sudah terkumpul lebih dari 700 judul buku," ujarnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya