Sensasi Seruput Kopi Arab di Gresik, Ketika Pahit dan Pedas Berpadu
Merdeka.com - Bukan rahasia lagi jika Kabupaten Gresik dikenal sebagai gudangnya warung kopi (warkop), yang menyuguhkan beragam panorama dan kenyamanan tempat nongkrong maupun citarasa kopi yang khas. Salah satunya adalah kopi maghrobi. Kopi yang khas Gresik dengan cita rasa tersendiri.
Salah satu penyaji kopi maghrobi adalah Warkop Gaul yang terletak di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Berdiri sejak tujuh tahun silam, warung kopi ini menawarkan menu kopi yang khas, yakni kopi maghrobi. Kopi yang terbuat dari campuran biji kapulaga atau kapulogo, sejenis rempah-rempah yang konon biasa dibuat jamu maupun obat tradisional. Sehingga selain pahit, kopi maghrobi juga meninggalkan aroma dan citarasa sedikit pedas.
Lokasinya yang berada di bawah pohon sawo dan bambu yang rindang membuat para pelanggan semakin nyaman untuk nongkrong sambil menikmati secangkir kopi. Meski tempatnya terbilang sederhana, namun setiap hari warung kopi ini tidak pernah sepi pengunjung.
Rata-rata, mereka mengaku ketagihan dengan citarasa kopi kapulogo, atau biasa disebut racikan kopi Arab atau kopi maghrobi.
"Rasa kopinya khas, selain pahit juga ada campuran rasa seperti pedas sedikit, orang-orang biasa menyebutnya kopi Arab atau kopi maghrobi, suasana warungnya juga nyaman di bawah pohon-pohon rindang, pokoknya beda dari rasa kopi lainnya," kata Yuyun Wahyudi, salah satu pelanggan.
Pemilik Warkop Gaul, Muhammad Zainul Arifin mengatakan bahwa sebenarnya menu kopi yang disajikan tidak hanya kopi Arab atau kopi maghrobi. Tetapi juga menyediakan beberapa jenis kopi lain, serta minuman lainnya.
"Tapi memang kopi Arab ini yang menjadi andalan dan banyak dipesan para pengunjung," ujarnya.
Harga yang ditawarkan untuk secangkir kopi arab yakni senilai Rp5 ribu. Adapun kopi biasa seharga Rp4 ribu, kopi susu Rp4 ribu, serta minuman lainnya di harga rata-rata Rp5 ribuan. Selain bisa menikmati kopi, pengunjung juga bisa menikmati semilir angin di waktu siang dan malam.
"Alhamdulillah setiap hari pengunjung yang ke sini untuk menikmati kopi Arab selalu ramai, kebanyakan mereka ketagihan setelah menikmati kopi arab ini," jelas dia.
Arip menjelaskan, dia sengaja memilih kopi Arab untuk memberikan citarasa yang berbeda kepada para pengunjung. Sebab di wilayah sekitar, sudah cukup banyak warung kopi yang bisa dijumpai. Bahkan, beberapa usaha warung kopi telah berumur panjang dan bertahan dari tahun ke tahun.
"Pengen memberikan kopi dengan citarasa yang berbeda saja, biar pengunjung bisa menikmati kopi maghrobi atau kopi Arab," jelasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya