Semua Kecamatan Zona Merah Covid-19, Warga Penyangga Diminta Tak ke Pulau Utama Batam
Merdeka.com - Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta masyarakat yang tinggal di pulau-pulau penyangga atau hinterland tidak pergi ke pulau utama, demi menghindari penyebaran Covid-19.
"Saya harap tidak ke Batam dulu, kalau semua sudah selesai baru kita buka kembali," kata Rudi dalam kunjungannya ke Galang, Senin (26/7).
Saat ini, seluruh kecamatan di pulau utama zona merah Covid-19. Karenanya pemerintah tidak ingin Virus SARS-CoV-2 menyebar hingga ke pulau-pulau penyangga.
Rudi berharap, dengan pengurangan mobilitas warga antar pulau, maka kawasan pulau penyangga tetap aman dari serbuan Covid-19.
Warga penyangga juga tetap diminta tetap waspada akan potensi penularan Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Sementara itu, 1.930 kepala keluarga di Kecamatan Galang menerima bantuan pemerintah. Sebanyak 1.451 kepala keluarga di antaranya melalui program keluarga harapan dan 479 lainnya melalui bantuan sosial tunai.
Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban masyarakat, yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina mengatakan pemerintah terus mengingatkan masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.
"Mungkin bapak dan ibu bosan mendengar atau diingatkan protokol kesehatan. Tapi itulah yang harus kita lakukan supaya Covid-19 tidak semakin meluas," kata dia.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Batam, Senin (26/7) dari tiga kecamatan hinterland, Belakangpadang, Bulang, dan Galang, seluruhnya zona merah muda dengan masing-masing 17, 12, dan 13 warganya yang masih dirawat. Sedangkan di pulau utama, seluruhnya zona merah dengan puluhan hingga ratusan warga yang terpapar VIrus Corona di tiap kecamatan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya