Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sembuh dari Covid-19, Pasien 1 Ceritakan Kondisinya Lalui Hari di Ruang Isolasi

Sembuh dari Covid-19, Pasien 1 Ceritakan Kondisinya Lalui Hari di Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pasien kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Mereka sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Pasien 1 menceritakan yang dia rasakan saat dinyatakan sebagai kasus pertama positif virus Corona di Indonesia. Secara psikis, dia benar-benar syok. Apalagi harus menjalani isolasi.

"Saya diisolasi selama seminggu, saya nangis terus," kata pasien 1 mengisahkan kondisinya saat itu. Hal itu dia sampaikan dalam jumpa pers bersama Juru Bicara Penanganan Kasus Corona, Achmad Yurianto, di RSPI Sulianti Saroso, Senin (16/3).

Virus Corona yang mewabah di banyak negara membuat dia sangat paham bagaimana pandangan masyarakat ketika tahu ada warga terdeteksi virus Corona. Hal itulah yang membuatnya sangat sedih hingga setiap hari selalu menangis.

Saban hari ia mendapat pesan melalui Whatsapp, Instagram, ataupun Facebook menanyakan informasi yang beredar luas setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama positif virus Corona.

"Karena saya tahu yang dibicarakan oleh beberapa media dan orang-orang yang menyebarkan (informasi) mengenai saya dan ibu saya," keluhnya.

Pasien satu adalah seorang penari yang telah banyak mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Tapi saat kasusnya pertama kali diumumkan, seolah menghapus karya-karyanya untuk negara.

Setelah kembali pulih, pasien satu hanya berharap kejadian yang menimpanya tidak dialami pasien lain. Dia berpesan yang dibutuhkan para pasien saat ini adalah memberikan semangat untuk sembuh.

"Saya ingin mengimbau kepada masyarakat dan media di luar, untuk mendukung pasien yang ada di rumah sakit, mendukung secara moral. Karena penyebaran informasi yang tidak akurat yang dilakukan oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, itu sangat mengganggu psikis kami di dalam," tukasnya.

"Dan semuanya harus ingat bahwa virus ini tidak memandang bulu, tidak memilih ras, agama, profesi apapun, dan bisa menular ke siapapun," ujar Pasien 1 mengakhiri cerita.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP