Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama dirawat, Arya mengisi waktu dengan main gim

Selama dirawat, Arya mengisi waktu dengan main gim Bupati Dedi jenguk bocah obesitas. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Bocah mengalami kelebihan berat badan ekstrem, Arya Permana (10), kini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di rumah sakit pelat merah itu, Arya menghabiskan waktu dengan bermain konsol Play Station.

Menurut sang ayah, Ade Somantri (40), konsol Play Station itu bukan miliknya.

"Kemarin dibawakan Bu Bupati Karawang (Celika Nuracchadiana) PS-nya. Jadi di dalam main PS," kata Ade, Selasa (12/7).

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga menyempatkan diri menjenguk Arya di rumah sakit. Bahkan dia sempat menemani Arya bermain gim kesukaannya.

"Tadi Pak Bupati (Dedi) ke sini nengokin anak saya, dia sempat nemenin main PS di dalam. Karena dede (panggilan Arya) suka main PS bola dan Naruto," ujar Ade.

Bupati Dedi sebelumnya memang sering menengok Arya di rumahnya, terletak di Kampung Pasir Pining RT 002/001, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

"Sebelum ke rumah sakit memang sering ke rumah. Bahkan pernah dibawain sampai beberapa karung buah-buahan pas sebelum lebaran kemarin," ucap Ade.

Begitu juga saat menengok Arya di rumah sakit, Dedi membawakan buah-buah sesuai pola makan harus dijalani selama menginap di sini.

"Tadi bawa buah-buahan juga sama berupa uang bantuan," lanjut Ade.

Saat ini, anak bungsu dari pasangan Ade Somantri dan Rokayah ini menempati sebuah ruangan di Lantai II Gedung Kemuning, Ruang Kenanga, RSHS Bandung. Arya harus menjalani program diet buat menyusutkan berat badannya yang mencapai 190 kilogram.

"Sekarang sehari di sini sudah 188 kilogram, semoga berat badannya bisa terus turun," imbuh Ade.

Saking besarnya tubuh Arya, membuat bocah itu tidak bisa tidur di ranjang rumah sakit. Arya memilih tidur di lantai beralaskan karpet dilapisi kasur.

Arya bukan tidak mau tidur di ranjang sudah disediakan pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Orang tuanya khawatir Arya terjatuh karena ruang gerak yang sempit.

"Tidurnya di bawah. Pakai karpet dan kasur saja, kalau diatas nanti kasian jatuh. Kasian juga naik turunnya susah," tambah Ade.

Menurutnya, Arya tak masalah tidur di bawah karena di rumah juga demikian. Arya lebih nyaman tidur di lantai agar lebih leluasa bergerak.

Arya diinapkan di rumah sakit pelat merah tersebut sejak Senin (11/7) sore kemarin. Dalam beberapa pekan ke depan, anak bungsu dari dua bersaudara ini akan mengikuti program yang disiapkan RSHS Bandung.

Bobotnya yang tak lazim diusianya membuat 13 dokter tim ahli akan mengatasi masalah obesitas yang langka.

Arya belakangan memang menjadi perhatian karena kondisi tubuhnya yang begitu besar di usianya yang masih 10 tahun. Tubuhnya yang gemuk membuatnya sulit beraktivitas. Ia bahkan tak bisa berjalan jauh.

"Jalan lebih dari 25 meter saja langsung capai dan istirahat dulu," kata Ade.

Kegemukan pada Arya memang karena disebabkan pola makan. Ia bisa makan empat hingga lima kali dalam sehari. Itu belum termasuk camilan dan minuman yang sering dikonsumsinya. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP