Sejumlah wilayah di Cilacap Barat diterjang longsor

Kamis, 12 Oktober 2017 22:14 Reporter : Abdul Aziz
Ilustrasi tanah longsor. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan intensitas tinggi dua hari terakhir menyebabkan empat titik di wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat dilanda bencana tanah longsor. Longsoran tebing sepanjang 15 meter di Desa Salebu Kecamatan Majenang dan tebing setinggi 20 meter di Desa Mandala dan Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu menimpa rumah dan nyaris menutup akses jalan serta ambrolkan jembatan. Sedang di Dusun Lengkong masuk wilayah desa Mandala juga terjadi jalan longsor.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan empat bencana longsor tersebut terjadi serempak, Rabu (11/10). Akibat longsor dua desa yakni Mandala dan Cisalak di Kecamatan Cimanggu nyaris menutup akses jalan. Di Desa Mandala, longsor terjadi pada tebing jalan milik kabupaten dengan dimensi ketinggian 20 meter lebar 5 meter dan ketebalan 1 meter. Sedang di Cisalak, longsor menyebkan bagian bahu jembatan kanan-kiri Sungai Cisalak ambrol.

"Akibat longsor, meski tak sampai memutus total badan jembatan, kendaraan roda empat dan lebih jadi kesulitan untuk melintas. Kondisinya berbahaya bagi kendaraan," kata Edi, Kamis (12/10).

Masih di wilayah desa Mandala tepatnya di Dusun Lengkong, terjadi juga jalan longsor dengan dimensi ketebalan 1 meter, panjang 5 meter dan kedalaman 10 meter.

Sementara di Desa Salebu Kecamatan Majenang, satu rumah dilaporkan tertimpa material longsor. Rumah bagian belakang milik warga bernama Kustiyono roboh akibat longsornya tebing sepanjang 15 meter.

"Tidak ada korban jiwa. Hanya rumah yang rusak. Untuk kejadian bencana alam di wilayah UPT BPBD Majenang ada beberapa titik, beberapa lokasi, termasuk di Mandala, kemudian Cisalak yang tangan-tangan jembatannya ambrol," jelasnya.

Untuk menangani bencana longsor di wilayah Cilacap Barat, BPBD pada Kamis (12/10) bersama dengan masyarakat dan relawan menyingkirkan material yang menimpa rumah dan jalan. Selain itu, BPBD juga memasang rambu peringatan di jembatan yang bagian sayapnya ambrol. BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa bahan makanan untuk masyarakat.

Antisipasi bahaya longsor yang mengintai di sejumlah wilayah Cilacap Barat, BPBD juga mendistribusikan karung sebagai penahan longsoran. Pekan ini, bronjong juga akan dipasang di jalan yang ambles untuk penanganan sementara. Edi mengimbau, agar masyarakat di Cilacap meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kemungkina bencana tanah longsor dan banjir memasuki musim penghujan ini. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tanah Longsor
  2. Cilacap
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.