Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarawan: Kiai As'ad lawan Belanda, tepat diberi gelar pahlawan

Sejarawan: Kiai As'ad lawan Belanda, tepat diberi gelar pahlawan Asad Syamsul Arifin. ©muktamarnu.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar pahlawan nasional tahun ini kepada tokoh Nahdlatul Ulama, As'ad Syamsul Arifin atau akrab disapa Kiai As'ad. Penganugerahan berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 90/TK/Tahun 2016 tanggal 3 November 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Mengenai hal itu, Sejarawan Indonesia, Anhar Gonggong menilai keputusan tersebut sudah tepat lantaran latar belakang Kiai As'ad merupakan tokoh besar melawan penjajah.

"Sudah tepat. Beliau ini tokoh besar pendiri pesantren, dan ikut melawan Belanda. Jadi ini sudah tepat," kata Anhar di acara Olimpiade Pahlawan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/11).

"Insya Allah yang mendapatkan gelar pantas menjadi pahlawan. Jangan sangka kalau menjadi pahlawan nasional itu tidak mengalami proses panjang," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Hari Pahlawan 2016 yang juga merupakan putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, justru tak menjawab secara spesifik.

"Saya kira itu yang bisa menjawab Kementerian Sosial," singkatnya.

Sekadar catatan, acara Olimiade Pahlawan ini sendiri merupakan rangkaian acara yang digelar Kemensos melalui Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (Dit. K2KRS) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2016 yang sudah dimulai sejak 2 November dan baru akan berakhir pada 17 November nanti. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP