Sebelum Jalan Gubeng Ambles, Tinggi Bangunan di Samping Proyek RS Siloam Menurun

Rabu, 23 Januari 2019 19:45 Reporter : Erwin Yohanes
Sebelum Jalan Gubeng Ambles, Tinggi Bangunan di Samping Proyek RS Siloam Menurun Barang bukti terkait amblesnya Jalan Gubeng. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya membeberkan penyebab insiden amblesnya Jalan Gubeng, Surabaya pada 18 Desember 2018. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, proses pekerjaan proyek ini dimulai dari tahun 2012. Kemudian, pada tahun 2013, proyek dimulai dengan pembuatan fondasi bangunan.

"Pada tahun 2014 tim ahli bangunan memberikan rekomendasi pada Pemkot untuk diterbitkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Selanjutnya, pada tahun 2015 terbit IMB dengan izin 20 lantai dan 2 lantai basement. Namun pada tahun 2017 terbit lagi IMB 11 dan 20 lantai ke atas dan 3 basement," ujarnya, Rabu (23/1).

Kapolda menambahkan, terkait dengan pembangunan basement RS Siloam yang dikemudian hari menjadi penyebab amblesnya Jalan Gubeng, diketahui dikerjakan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

"Proses pembangunan basement dilakukan NKE," ujar Kapolda.

Sebelum terjadi insiden, Kapolda menyebut sudah ada rangkaian-rangkaian kejadian. Di antaranya pada 8 Oktober 2018, ada penurunan bangunan dari toko sepatu Elisabeth yang posisinya tidak jauh dari kegiatan proyek.

Kemudian, pada 10 Desember ada komplain sebagai dampak pembangunan, di antaranya pembuangan limbah lumpur di saluran air. "Jadi sebelumnya memang sudah ada rangkaian-rangkaian kejadian," ungkapnya.

Terkait penyebab amblesnya Jalan Gubeng, hasil penyidikan polisi menyebut, ada beberapa faktor. Di antaranya ketidakmampuan struktur dinding penahan tanah sisi timur, menahan akumulasi gaya dorong karena tekanan, karena beban jalan, atau beban dinamis kedalaman. Selain itu, juga ada faktor kedalaman galian basement terhadap faktor dinding penahan tanah.

"Faktor existing muka air tanah yang tinggi yang dapat mengurangi stabilitas tanah sehingga jalan mengalami kelongsoran. Ini penyebab longsornya," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik, para tersangka ini berasal dari pihak manajemen PT Saputra Karya dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

"Dari hasil perkara yang dilakukan, kami sudah menentukan 6 orang tersangka. Diantaranya, RW sebagai Manajer PT NKE, RH sebagai Project Manajer PT Saputra Karya, LAH sebagai Supervisor PT Saputra Karya, BS sebagai Dirut PT NKE, A sebagai Side Manajer PT NKE, dan A lagi sebagai Side Manajer PT Saputra Karya," ujar Kapolda di Mapolda Jatim, Rabu (23/1).

Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari pemeriksaan 16 perusahaan yang terlibat pengerjaan proyek gubeng ini. Dari 16 perusahaan tersebut, ada 40 saksi yang keterangannya sudah dalami.

Insiden amblesnya Jalan Gubeng Surabaya ini terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Amblesnya jalan tersebut dikarenakan dinding pembatas pada proyek pembangunan basement RS Siloam, ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Namun Jalan Gubeng sempat tidak dapat dilewati hingga beberapa minggu, lantaran terputus total akibat ambles. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini