Satgas Klaim Kendalikan Kasus Covid-19 saat Libur Panjang Natal dan Tahun Baru

Rabu, 26 Januari 2022 08:09 Reporter : Supriatin
Satgas Klaim Kendalikan Kasus Covid-19 saat Libur Panjang Natal dan Tahun Baru Petugas Swab Tes PCR di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengklaim Indonesia berhasil melewati libur panjang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dengan kondisi kasus terkendali. Klaim ini merujuk pada kenaikan kasus Covid-19 di awal 2022 yang jauh lebih rendah dari proyeksi akhir 2021.

"Kabar baiknya, meskipun saat ini kasusnya sedikit mengalami peningkatan, namun masih jauh lebih rendah bahkan dari estimasi yang diprediksi paling mungkin terjadi," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Rabu (26/1).

Pada 2 Januari 2022, kasus Covid-19 mingguan nasional meningkat sebanyak 1.500. Sementara proyeksi akhir 2021, ada tiga kemungkinan kenaikan kasus pada awal Januari 2022.

Pertama, kasus Covid-19 mingguan akan meningkat hingga 400.000 apabila terjadi penularan secara maksimal. Kedua, kasus meningkat 250.000 per minggu jika terjadi penularan sebesar 50 persen. Ketiga, kasus Covid-19 paling mungkin meningkat hingga 80.000 per minggu.

2 dari 2 halaman

Testing Meningkat dari Target WHO

Menurut Wiku, terkendalinya kasus Covid-19 pada awal 2022 diikuti dengan testing yang meningkat hingga lebih dari 400 persen dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meskipun keterisian tempat tidur ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 sedikit mengalami kenaikan, namun tetap di bawah 10 persen.

Kasus Covid-19 harian juga sedikit mengalami kenaikan, namun tetap rendah jika dibandingkan dengan tren di bulan November sampai Desember 2021.

"Kesimpulannya, kita telah berhasil untuk pertama kalinya melewati periode libur panjang Nataru dengan tetap mempertahankan kondisi kasus yang terkendali," ujarnya.

Dia mengapresiasi masyarakat, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah yang telah bekerja sama mengendalikan kasus Covid-19 pada awal Januari 2022. Pemerintah pusat dan daerah telah berkoordinasi untuk mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan, melaksanakan vaksinasi, dan pengawasan protokol kesehatan di tempat umum. Sedangkan masyarakat telah patuh menerapkan protokol kesehatan.

"Terlebih pula, kita berhasil mempertahankan kondisi ini di tengah keberadaan varian Omicron yang lebih menular dan berpotensi membuat lonjakan kasus signifikan. Pembelajaran dari keberhasilan kasus ini akan terus kita pegang sebagai modal ke depan, terlebih saat ini masih terjadi sedikit kenaikan kasus," kata Wiku. [gil]

Baca juga:
Satgas Ungkap Kasus Covid-19 di Depok Melonjak Akibat Mobilitas Masyarakat Tinggi
Bertambah, 90 Sekolah di Jakarta Ditutup Akibat Temuan Kasus Covid-19
Strategi DKI Hadapi Lonjakan Omicron di Tengah PTM 100 Persen
Pegawai Pengadilan Negeri Depok Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 21 Orang
DKI Catat Provinsi Tertinggi Sumbang Kasus Covid-19 per 25 Januari, Ada 2.190 Positif
Dua RT di Jakarta Masuk Zona Merah
Ridwan Kamil: 31 Pasien Omicron di Jabar Sembuh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini