Satgas Covid-19 Bekasi Tes Swab di Sekolah secara Acak

Jumat, 26 November 2021 16:36 Reporter : Adi Nugroho
Satgas Covid-19 Bekasi Tes Swab di Sekolah secara Acak Petugas Swab Tes PCR di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Tes swab antigen secara acak dilakukan di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengatakan, sejak diberlakukan PTM terbatas belum ada laporan kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu tes swab antigen perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi.

"Kemarin kami menyelenggarakan tes usap antigen di SMPN 1 Tarumajaya. Sebanyak 272 pelajar mengikuti tes antigen tersebut. Hasilnya negatif semua," katanya, Jumat (26/11).

Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh menambahkan, tracking Covid-19 bukan hanya untuk mencegah penularan di lingkungan pendidikan, tapi juga sebagai antisipasi dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2022.

"Jadi untuk sekarang ini kita gencarkan tracking dan vaksinasi," katanya.

Pelacakan kontak ini dilakukan di berbagai tempat khususnya yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19, termasuk di kalangan pelajar.

"Tracking juga kita lakukan di kalangan pelajar. Ini juga bagian dari persiapan kita menghadapi libur Natal dan Tahun Baru," katanya.

Masrikoh menyebut kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali.

"Secara umum tidak ada kasus, masih relatif aman terkendali. Kasus harian sudah jarang terjadi," ucapnya.

Berdasarkan data yang dilansir dari laman www.pikokabsi.bekasikab.go.id pada Kamis (25/11), tidak ada penambahan kasus sejak 19 Oktober 2021 sedangkan untuk total kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 51.363.

Kasus aktif Covid-19 saat ini di Kabupaten Bekasi sebanyak 30 orang. Sedangkan jumlah pasien terpapar corona yang dinyatakan sembuh sebanyak 50.790 orang dan angka kematian sebanyak 543.

Masrikoh mengimbau masyarakat agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Terlebih menjelang pergantian tahun biasanya mobilitas masyarakat mengalami peningkatan.

"Dengan prokes kita akan selalu terjaga dan jangan lupa lakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum," katanya. [ded]

Baca juga:
Cegah Klaster Sekolah, Satgas Sarankan Langkah yang Perlu Dilakukan Agar Terhindar
Hybrid Learning ala Quipper Optimalkan Kegiatan Belajar Mengajar Kala Pandemi
PPKM Level 3 Periode Nataru: Sekolah Dilarang Libur Khusus
Dinas Pendidikan DKI Evaluasi Pelaksanaan PTM di Seluruh Sekolah
Puluhan Siswa SD di Solo Kembali Dites Swab PCR
Satgas Ingatkan Sekolah Aktif Catat & Laporkan Penularan Covid-19 saat Tatap Muka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini