Sartini dilarang obati anaknya yang dianiaya majikan
Merdeka.com - Kasus penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan majikan berinisial AC kepada pembantu rumah tangga (PRT) bernama Sartini (36) dan putranya berinisial JM (1,5) semakin terang benderang. Selain mendapatkan kekerasan dan penyiksaan dari AC, JM pun ternyata tak mendapatkan pengobatan layak.
Sartini menceritakan, sang majikan tidak pernah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengobati luka JM akibat perbuatan AC. Sartini dilarang dan diancam oleh majikannya ketika hendak mengobati anaknya.
"Saya diancam jika mengobati luka anak saya (JM). Pernah saya mau memberi betadine ke lukanya tapi dimarahi dan diancam," ujar Sartini.
Sartini melanjutkan ceritanya pilunya. Ketika JM mendapatkan luka bakar di bagian perutnya karena ditempeli besi panas oleh AC, Sartini tak tega dan ingin mengobati anaknya. Tapi dia dilarang dan diancam majikannya. Padahal saat itu perut JM mengalami luka bakar parah karena tempelan besi panas. Bahkan hingga sekarang bekas luka bakar berupa kerutan masih membekas di perut JM.
"Karena dilarang majikan saya, akhirnya luka bakar dibiarkan mengering dengan sendirinya tanpa diobati," ungkap Sartini.
JM berulang kali menjadi korban penganiayaan dan kekerasan AC. Penganiayaan tersebut diantaranya adalah ditempeli besi panas, mengikat karet kencang pada jari kaki sehingga tulangnya bergeser. JM juga pernah dimasukkan ke dalam kulkas, bahkan dimasukkan ke dalam mesin cuci. Akibatnya, JM saat ini mengalami trauma ketika mendengar suara mesin cuci.
Saat ini kasus penganiayaan yang dilakukan oleh AC tengah ditangani oleh Polda DIY. Hingga saat ini Polda DIY sudah memanggil saksi dan melakukan visum ulang terhadap JM untuk dijadikan alat bukti.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya