Aktris kenamaan, Sarah Sechan, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman menariknya selama proses produksi film terbarunya, "Wasiat Warisan". Film ini mengambil latar belakang keindahan Danau Toba yang kaya akan budaya. Pengalaman ini dibagikan Sarah Sechan saat konferensi pers gala perdana film tersebut di Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Sarah Sechan secara jujur mengakui bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah adaptasi dialek Batak. Sebagai aktris berdarah Sunda, ia harus menjalani persiapan intensif untuk memastikan dialognya terdengar autentik dan tidak dibuat-buat. Hal ini penting demi menjaga kualitas aktingnya di layar lebar.
Film "Wasiat Warisan" sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai tanggal 4 Desember mendatang, menjanjikan cerita yang mendalam. Sarah Sechan berharap penonton dapat mengapresiasi usahanya dalam mendalami peran dan dialek yang berbeda dari kesehariannya.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Intensif untuk Dialek Batak yang Autentik
Sarah Sechan, yang dikenal dengan pembawaannya yang ceria, mengaku sempat ragu saat pertama kali ditawari peran ini. Keterlibatannya dalam film yang mengharuskan berdialek Batak adalah hal baru baginya. "Saya sempat berpikir, ini mesti casting ulang kali ya, karena kan aku Sunda pisan," ujarnya.
Ia menyadari bahwa dialek Batak yang akan ditampilkan di film tidak boleh asal-asalan dan harus tepat. Meskipun sang ibu, Kusmiati Sechan, memiliki latar belakang pernah tinggal di Medan, Sarah memahami ada perbedaan dialek antara Medan dan Samosir. Perbedaan ini mirip dengan variasi dialek Sunda di Bandung dan Ciamis.
Untuk mengatasi rintangan bahasa tersebut, Sarah Sechan tidak berjuang sendirian. Ia mendapatkan dukungan penuh dari tim produksi, termasuk bantuan dari seorang "acting coach" dan "speech coach" profesional. Selain itu, ia juga aktif mendengarkan percakapan rekan-rekan sesama pemain di lokasi syuting untuk memperkaya pemahamannya.
Advertisement
Advertisement
Gangguan Unik dari Derby Romero di Lokasi Syuting
Di tengah upayanya fokus mendalami dialek dan karakter, Sarah Sechan justru menghadapi "pengganggu" tak terduga. Derby Romero, lawan mainnya dalam film tersebut, kerap menguji konsentrasinya. Sarah Sechan berkelakar bahwa Derby menjadi sosok yang menguji kesabarannya selama proses syuting berlangsung.
Salah satu momen lucu terjadi ketika Sarah harus mengucapkan satu kalimat panjang dalam bahasa Batak. "Jadi ada satu dialog aku pakai bahasa Batak Mangharoani di kuburannya bapak sama mamaknya Tarida (karakter yang diperankan Sarah di film Wasiat Warisan)," kenangnya. Saat ia berusaha keras dengan intonasi yang benar, Derby berbisik di sampingnya.
Bisikan Derby tersebut, yang digambarkan Sarah Sechan menggunakan intonasi Sunda, sontak mengacaukan konsentrasinya. Hal ini tentu bertolak belakang dengan keseriusan dialek Batak yang harus ia sampaikan. Selain itu, Derby juga sering menakut-nakuti dengan cerita hantu dan kisah jorok di lokasi syuting yang dianggap keramat.
Advertisement
Meskipun demikian, Sarah Sechan menunjukkan sikap humorisnya. "Aku kalau bisa, kalau diajak main film lagi (dengan Derby), mau, tapi jangan satu scene," selorohnya, menandakan dinamika yang unik antara keduanya.
Advertisement
Menemukan Koneksi dan Harapan Piala Citra
Terlepas dari tantangan dialek dan gangguan kocak dari lawan main, Sarah Sechan mengaku bisa langsung menyatu dengan perannya sebagai Tarida. Ia menemukan banyak kesamaan antara dinamika keluarga dalam cerita film dengan kondisi keluarganya sendiri. Konflik dan kehangatan yang digambarkan dalam skenario sangat relevan baginya.
Karakter Tarida, sebagai anak perempuan pertama yang memikul tanggung jawab besar, berhasil diadaptasi dengan baik oleh Sarah Sechan. Suasana syuting yang hangat, ditambah bantuan dari seluruh pemain dan kru, turut mendukung proses pendalaman karakter ini. Hal ini membuktikan profesionalisme Sarah Sechan dalam berakting.
Mengakhiri sambutannya, Sarah Sechan menyampaikan harapan besar terkait perannya di film "Wasiat Warisan". Ia berharap aktingnya yang totalitas ini dapat membuahkan hasil. Sarah Sechan berharap dapat berkesempatan memenangi penghargaan bergengsi Piala Citra dari Festival Film Indonesia di masa mendatang, sebuah impian bagi banyak aktor.
Advertisement
Sumber: AntaraNews