'Santri harus jaga NKRI dari ancaman radikalisme'

Rabu, 24 Oktober 2018 15:52 Reporter : Didi Syafirdi
'Santri harus jaga NKRI dari ancaman radikalisme' Aksi tolak terorisme di depan Gedung DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Para santri harus mengembangkan ilmu pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan dalam upaya untuk menjaga persatuan dari ancaman perpecahan. Di era milenial radikalisme dan terorisme sangat membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Di sinilah kematangan yang harus bisa dicapai oleh para santri, mulai dari kematangan spiritual, sosial, dan intelektual. Kematangan yang dimiliki santri itu mampu menciptakan NKRI yang lebih kokoh," ujar Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Ahmad Satori Ismail, Rabu (24/10).

Lebih lanjut, dia mengatakan, para santri juga harus bisa mengembangkan diri dalam meneruskan estafet perjuangan jihad di masa lalu. Santri juga diharapkan bisa menghayati perjuangan para pendahulunya sehingga menjadi penerus perjuangan.

"Mereka harus menjaga NKRI dari berbagai macam rong-rongan seperti radikalisme, terorisme ataupun rong-rongan separatisme dan sebagainya," ujar anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Menurut Ahmad, dengan berkembangnya teknologi informasi para santri juga dituntut untuk mampu mengembangkan wawasan Islam moderat dan kebangsaan dalam rangka membangun NKRI. "Di era sekarang ini tentunya suatu hal yang wajib para santri bisa menguasai teknologi informasi dan lain sebagainya."

Dengan menguasai teknologi informasi, menurutnya, ke depannya para santri tidak hanya melakukan kegiatan di lingkungan pesantren dan masjid. "Tetapi para santri harus bisa berkiprah dalam memperbaiki semua aspek bidang yang ada di negara ini baik dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi, politik dan sebagainya," katanya.

Terkait dengan maraknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang marak di media sosial, para santri juga harus bisa menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan perdamaian. Para santri harus menjadi pioner untuk menyampaikan masalah perdamaian negara, dan menyuarakan perdamaian di lingkungan masyarakat.

"Jadi para santri harus mengkampanyekan perdamaian juga, terutama melalui media sosial. Dan para santri harus bisa melawan hoaks demi perdamaian di negeri ini," tandasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Hari Santri Nasional
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini