Santri di Banjarbaru Soroti Halal Bihalal Pemkot Hadirkan Kelompok LGBT

Kamis, 15 Agustus 2019 13:29 Reporter : Henny Rachma Sari
Santri di Banjarbaru Soroti Halal Bihalal Pemkot Hadirkan Kelompok LGBT Halal Bihalal Pemkot Banjarbaru. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Banjarbaru baru saja menggelar acara halal bihalal. Sayangnya, acara tersebut menghadirkan para waria. Praktis hal itu disoroti Ikatan Pemuda Santri Banjarbaru atau IPSB

Rahmat Riza, Ketua IPSB mengaku heran dan tidak habis pikir apa maksudnya Pemkot Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan membuat acara silaturahmi dan Halal Bihalal yang mengundang waria atau kelompok transgender di kantor milik pemerintah kota Banjarbaru dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah dan sekaligus menyambut hari kemerdekaan ke-74 RI.

Rahmat Riza menyoroti bentuk acara serta undangannya yang tidak mencerminkan kebiasaan dan kondisi masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang mayoritas muslim dan dikenal sangat religius.

"Apakah pantas dan apa relevansi mengundang para waria yang diundang bukan saja berjoged bersama dengan para petugas kebersihan, tetapi juga berfoto bersama dengan sangat mesra dengan Wali Kota dan wakil Wali Kota Banjarbaru beserta jajaran pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru," katanya, Kamis (15/8).

Riza meminta di hari yang suci seperti pada hari raya Iedul Adha seharusnya Wali Kota dan wakil Wali Kota Banjarbaru memberikan contoh dan teladan yang baik kepada warga Banjarbaru dan membuat acara-acara yang mengedepankan kepedulian kepada rakyat atau pegawai dinas kebersihan yang masih banyak yg miskin di kota Banjarbaru daripada membuat acara dangdutan yang tidak jelas maksud dan tujuannya.

"Akan lebih baik misalnya pak Nadjmi Adhani dan pak Jaya (Wali Kota dan wawali Banjarbaru) membuat acara yang bermanfaat untuk warga masyarakat disini ketimbang membuat acara hura-hura yang tidak jelas apalagi mengundang para waria yang merupakan bagian kelompok LGBT. Itu isu sensitif di sini," keluhnya.

Wali Kota harus peduli terhadap aspirasi masyarakat di bawah dan bersedia serta berlapang dada menerima kritik dari masyarakat. Karena secara umum masyarakat Banjarbaru adalah masyarakat religius dan kuat keislamannya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. LGBT
  2. Kontroversi LGBT
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini