Sandiaga takut Jokowi pakai fasilitas negara, Mendagri sebut rakyat & pers mengontrol
Merdeka.com - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno sempat mengkritik dan merasa khawatir jika nanti Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden berpotensi menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.
Terkait hal ini, Mendagri Tjahjo Kumolo mempertanyakan rasa khawatir Sandiaga itu. Sebabnya, sekarang sudah ada pihak-pihak yang mengontrol dan mengawasi.
"Kenapa takut? Masyarakat mengontrol, pers mengontrol," ucap Tjahjo di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/9).
Dia pun meyakini, baik Presiden maupun jajarannya tidak akan melakukan hal tersebut. Dirinya menegaskan semua ingin proses berjalan sesuai dengan aturan.
"Enggak ada yakinlah. Kita ingin demokrasi ini terbuka," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Sandiaga menjawab tudingan melakukan kampanye di kampus-kampus. Dia malah menyindir balik lawannya, pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Kepada Ma'ruf dia mengingatkan agar tidak menyusupi masjid dengan politik praktis melalui ceramah-ceramah.
"Dan ini menjadi hal yang yang harus kita perhatikan. Karena selain daripada kampus, tempat beribadah dan tempat beribadah juga tidak boleh. Ini akan menjadi sangat delicate saya bilang. Karena pak Kiai (Ma'ruf) kan tempatnya di masjid, kiai kan terus memberikan ceramah, motivasi memberikan khutbah di masjid. Batasan seperti apa tidak boleh," ungkap Sandiaga.
Dia juga menyindir Jokowi sebagai presiden petahana menggunakan fasilitas negara sebagai tempat berkampanye.
"Pak Jokowi ada di pemerintahan. Beliau pasti akan ada di tempat-tempat instansi pemerintah. Ini akan menjadi diskursus yang menarik menurut saya dan kita menyikapinya secara real dengan praktik di lapangan dan bisa dijalankan," tuturnya.
Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya