Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga Miris Kondisi UMKM: Ibarat Tinju, Kalah Di Ronde Pertama

Sandiaga Miris Kondisi UMKM: Ibarat Tinju, Kalah Di Ronde Pertama Sandiaga Uno beri hadiah ke Andre Taulany. Youtube Sandiuno TV ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mendesak pemerintah segera bersikap dalam kondisi krisis di tengah pandemi corona. Salah satunya dengan memberi stimulus kepada para pelaku usaha kecil dan menengah.

Belum ada peran signifikan dirasakan para pengusaha UMKM. Setidaknya sudah lima bulan sektor ini terkena hantaman krisis. Sehingga perlu stimulus lebih untuk ini.

"Kelihatannya pemerintah belum membantu UMKM, sebaliknya malah UMKM yang bantu pemerintah," kata Sandiaga, Selasa (7/7/2020).

Pengusaha nasional itu menyebut, para pelaku usaha kecil dan menengah sangat memegang peranan penting dalam menjaga roda ekonomi di Indonesia. Untuk itu, revitalisasi terhadap kebijakan UMKM menjadi kunci agar menghidupkan ekonomi di masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Terkait kondisi saat ini, Sandiaga mengibaratkan para pelaku usaha kecil menengah kalah pertarungan tinju. Ini disebabkan penjualan menurun, permodalan terkendala, pesanan turun drastis, logistik tidak lancar dan kredit macet harus dihadapi perusahaan perbankan.

"Ibarat pertarungan tinju, UMKM terpukul jatuh di ronde pertama dari pertarungan. Sejak awal UMKM terdampak karena permintaan turun dan kurang," kata dia.

Dengan kondisi seperti itu, Sandiaga menyarankan, pemerintah Indonesia harus membalikkan tren. Caranya dengan memberikan dukungan insentif dan serial paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

Pelaku UMKM perlu memerhatikan beberapa indikator dalam menghadapi shifting ekonomi agar usahanya tetap berjalan. Salah satunya adalah kesehatan finansial wajib dijaga agar bisa melalui krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Salah satu kendala yang dihadapi para pelaku UMKM dalam masa pandemi ini adalah terganggunya pasokan. Hal itu khususnya berdampak terhadap pelaku yang bergantung pada bahan baku impor. Terutama produk kesehatan dan pangan.

Dia menyarankan impor menjadi pilihan terakhir hanya untuk menjaga stok. Dalam jangka menengah dan panjang, pelaku usaha harus membangun kemandirian.

"Langkah yang harus diambil adalah cepat berinovasi. Temukan bahan baku lokal dan terapkan kearifan lokal. Bangun kapasitas produksi secepatnya. Jangan mager! (malas gerak), apalagi rebahan," Sandiaga menjelaskan.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP