Samuel Wattimena, Desainer Ternama, Ajak Kolaborasi Komunitas Lokal Jawa Tengah: Kunci Kemajuan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Anggota DPR RI Samuel Wattimena mendorong kolaborasi komunitas lokal di Jawa Tengah. Temukan bagaimana sinergi ini bisa membawa budaya dan ekonomi kreatif ke kancah nasional dan internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Samuel Wattimena, Desainer Ternama, Ajak Kolaborasi Komunitas Lokal Jawa Tengah: Kunci Kemajuan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Anggota DPR RI Samuel Wattimena mendorong kolaborasi komunitas lokal di Jawa Tengah. Temukan bagaimana sinergi ini bisa membawa budaya dan ekonomi kreatif ke kancah nasional dan internasional. (Merdeka.com)

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, baru-baru ini menyerukan pentingnya kolaborasi komunitas lokal, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Ajakan ini disampaikan dalam acara "Simposium Hysteria" yang digelar di Semarang Creative Hub.

Dalam pertemuan yang mempertemukan berbagai perwakilan komunitas di Jawa Tengah tersebut, Samuel Wattimena menekankan bahwa sinergi antarbidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif adalah kunci. Ia melihat bahwa selama ini banyak komunitas berjalan sendiri-sendiri, sehingga potensi besar belum termanfaatkan secara optimal.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan komunitas lokal agar tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu bersaing dan berkarya hingga kancah nasional bahkan internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para pegiat seni dan budaya di seluruh daerah.

Pentingnya Sinergi Antar Bidang Seni dan Budaya

Samuel Wattimena, yang dikenal luas sebagai desainer ternama, mengungkapkan apresiasinya atas presentasi dari sembilan pembicara perwakilan komunitas di daerah pemilihannya. Ia mengakui bahwa ini adalah pengalaman baru baginya untuk mendengarkan langsung masukan dari akar rumput, berbeda dengan interaksi yang biasa ia lakukan dengan budayawan tingkat nasional dan internasional di Jakarta.

Menurut Samuel, selama ini komunitas di bidang fesyen, kesenian, dan kebudayaan cenderung berjalan secara terpisah. Padahal, potensi kolaborasi antar sektor ini sangat besar untuk menciptakan karya dan inovasi yang lebih impactful. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan produk budaya dan ekonomi kreatif yang lebih beragam dan memiliki nilai jual tinggi.

Ia menegaskan bahwa gagasan kolaborasi komunitas lokal ini harus menjadi pemicu dan pemantik semangat bagi para artisan lainnya di berbagai bidang seni. Dengan bersatunya berbagai elemen kreatif, diharapkan akan muncul terobosan-terobosan baru yang dapat mengangkat harkat dan martabat kebudayaan daerah ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang lebih luas bagi para pelakunya.

Peran Ruang Publik dan CSR dalam Pengembangan Komunitas

Sejalan dengan semangat kolaborasi, pengajar ilmu komunikasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Cecilia Pretty Grafiani, turut membagikan hasil penelitiannya mengenai ruang publik di Kota Semarang. Ia menyoroti Taman Indonesia Kaya (TIK) sebagai contoh sukses kolaborasi dengan pihak swasta, yakni Djarum Foundation melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Cecilia ingin mengukur sejauh mana dampak CSR perusahaan terhadap masyarakat, khususnya dalam penyediaan ruang publik dan ruang media online. TIK telah terbukti menjadi wadah yang efektif bagi berbagai komunitas untuk berkreasi dan menampilkan bakat mereka, menunjukkan potensi besar dari sinergi antara perusahaan dan masyarakat.

Meskipun TIK memiliki akun media sosial dengan banyak pengikut dan aktivitas, Cecilia menggarisbawahi bahwa platform tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai ruang dialog. Ia menyarankan agar akun media sosial TIK tidak hanya menjadi etalase semata, melainkan juga berfungsi sebagai forum diskusi yang memberikan pengetahuan baru dan memicu interaksi yang lebih mendalam antar komunitas.

Optimalisasi ruang daring ini akan semakin memperkuat ekosistem kolaborasi komunitas lokal. Dengan adanya platform yang interaktif, pertukaran ide dan informasi dapat berjalan lebih lancar, mendukung tujuan Samuel Wattimena untuk memajukan komunitas hingga ke tingkat yang lebih luas dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi