Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sampah Indonesia rata-rata naik satu juta ton per tahun

Sampah Indonesia rata-rata naik satu juta ton per tahun Ilustrasi sampah plastik. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat tonase sampah di Indonesia terbilang tinggi yang mencapai 65 juta ton per tahun. Sayangnya, sampah belum dimanfaatkan dengan baik karena tingginya nilai investasi.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Kemen LHK, Tuti Hendrawati Mintarsih mengungkapkan, produksi sampah terus meningkat setiap tahun. Hal ini disebabkan semakin tingginya angka penduduk Indonesia.

"Rata-rata naiknya satu juta ton, untuk tahun terakhir mencapai 65 juta ton," ungkap Tuti usai rakornas pengelolaan sampah ke-4 di Palembang, Rabu (15/3).

Namun, kata dia, tingginya produksi sampah tidak diiringi dengan pengelolaan yang baik, terutama di bidang insinerator atau pembangkit listrik tenaga sampah. Hal ini berbeda dengan kota-kota di beberapa negara maju sehingga mampu mempercepat menghabiskan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS).

"Belum satu pun daerah punya insinerator, termasuk Jakarta dengan total produksi sampah 70 ribu ton per hari, padahal insinerator cocok di kota-kota besar," ujarnya.

Menurut dia, besarnya nilai investasi membuat tenaga listrik sampah belum mampu terealisasi. Namun, sejauh ini ada beberapa daerah yang mulai menjajaki kerjasama pengadaan teknologi canggih itu.

"Investasinya besar, itu alasan utama. Mudah-mudahan ada daerah yang berani memulainya," kata dia.

Agar tidak menjadi masalah, pihaknya membuat program bank sampah yang bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah serta swasta. Saat ini sudah ada sekitar lima ribu bank sampah di seluruh Indonesia.

"Paling tidak, setiap orang menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Itu harus dibudayakan terlebih dahulu," kata dia.

Sementara itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengugkapkan, pihaknya kini tengah menjajaki kerjasama dengan investor asing untuk membangun insinerator. Sampah nantinya diambil dari setiap TPS dan diolah menjadi tenaga listrik dengan kemampuan kapasitas cukup besar.

"Mudah-mudahan terwujud, saat ini masih proses persiapan," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP