Said Iqbal Sebut Pertemuan dengan Jokowi Cair Tanpa Nuansa Politis

Sabtu, 27 April 2019 11:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Said Iqbal Sebut Pertemuan dengan Jokowi Cair Tanpa Nuansa Politis said iqbal dan jokowi di istana bogor. ©2019 Merdeka.com/lisza egeham

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal merasa pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat cair tanpa ada nuansa politis. Pertemuan juga ikut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

"Enggak, nggak ada nuansa politis, sangat cair. Tapi pak Moeldoko benar, sangat cair, tenang, Pak Jokowi juga banyak tersenyum dan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan," kata Said di Kertanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/4) malam.

Dia mengatakan, pertemuan membahas masalah revisi PP nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan beberapa aspirasi Said Iqbal soal keinginan buruh. Diskusi berlangsung cair.

"Jadi pertemuannya hanya itu, ya memang ada guyonan sambil bercanda, Anda tetap menjadi pendukung Paslon 02, iya pasti," kata Said.

Said Iqbal juga menyampaikan kepada Jokowi bahwa akan menggelar perayaan hari buruh pada 1 Mei nanti. Jokowi tak masalah, asal situasi tetap kondusif.

"Kami, saya KSPI menyampaikan kami akan May day. Pak Jokowi iya boleh silakan, itu konstitusional cuma jaga ketertiban dan damai. Inti pesannya damai, Andi Gani KSPSI juga akan May Day di Bandung," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengundang para pimpinan organisasi buruh ke Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Jokowi ingin merangkul semua kelompok, termasuk Said Iqbal yang merupakan pendukung capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Moeldoko menjelaskan, pertemuan antara Jokowi dengan Said Iqbal berlangsung dengan sangat akrab. Menurut dia, Jokowi lebih banyak mendengarkan keluhan dan masukan dari para pimpinan serikat kerja.

"Akrab, akrab sekali, sangat akrab, Presiden lebih banyak mendengarkan. Pak Said Iqbal lebih banyak bicara dengan yang lain-lain. Ada tujuh orang (pimpinan serikat kerja), semuanya bicara dan presiden sangat mendengarkan. Gak ada suasana yang tegang-tegang," jelas dia.

Saat disinggung apakah Said Iqbal akan mengalihkan dukungan ke Jokowi pasca Prabowo-Sandiaga, Moeldoko enggan berkomentar banyak.

"Saya tidak mengatakan itu, yang jelas ada suasana baru," katanya.

Dalam pertemuan ini, hadir Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nuwa Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Mudhofir, dan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Ilhamsyah.

Ada pula Ketua Umum Serikat Buruh Muslimin Indonesia Syaiful, Presiden Konfederasi Serikat Nusantara Muchtar Guntur, serta Ketua Komisi A DPRD DKI Wiliam Yani. Sementara Jokowi, didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini