Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat Tiba, Pemudik Tujuan Solo Langsung Dikarantina 14 Hari di Gedung Khusus

Saat Tiba, Pemudik Tujuan Solo Langsung Dikarantina 14 Hari di Gedung Khusus rapid test tenaga medis di bekasi. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo menyiapkan sebuah gedung khusus untuk mengkarantina para pemudik saat masa tanggap darurat Covid-19 masih berlaku. Gedung pertemuan berlantai dua Graha Wisata Niaga, di Jalan Slamet Riyadi, kompleks taman Sriwedari disiapkan untuk keperluan tersebut.

"Untuk para pemudik yang turun dari bus nanti (dikarantina) di Graha Wisata, atas dan bawah. Kita persiapkan untuk para pemudik yang pulang ke Solo, langsung masuk ke sana," ujar Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy), Senin (30/3).

Sebelum pulang ke rumah keluarga, para pemudik harus menjalani karantina dan lolos tes kesehatan. Mereka akan terus dipantau kondisi kesehatannya oleh tim medis. Jika tidak lolos atau ODP (orang dalam pemantauan), pemudik akan dibawa ke rumah sakit. Rudy memperkirakan, Grha Wisata Niaga bisa menampung 200 hingga 300 orang.

Selain Grha Wisata, Pemkot Solo juga menyiapkan 2 gedung lainnya untuk menampung warga Solo yang berstatus ODP. Kedua gedung tersebut adalah Ndalem Joyokusuman dan Ndalem Priyosuhartan yang merupakan bekas rumah pribadi mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani menyampaikan, data perkembangan Covid-19 hingga Minggu (29/3) malam, jumlah warga Solo yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 3 orang, 2 di antaranya meninggal dan 1 dinyatakan sembuh.

Sementara itu jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 26 oran, 16 di antaranya dirawat, 7 orang sembuh, dan sisanya meninggal.

"Total jumlah ODP di Kota Solo ada 162 orang, 6 orang dirawat inap dan 156 rawat jalan," jelasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP