Saat Dibubarkan, Puluhan Siswa SMA di Palembang Serang Polisi
Merdeka.com - Sekitar 50 siswa SMA dan SMK di Palembang diamankan polisi saat hendak berunjukrasa menolak RKHUP dan beberapa UU lain. Beberapa siswa di antaranya kedapatan membawa senjata tajam dan menyerang polisi.
Sekelompok massa berkumpul di kawasan Kambang Iwak Palembang, Kamis (26/9). Mereka datang masih mengenakan seragam sekolah dan diduga bolos untuk mengikuti aksi tersebut.
Petugas yang mengetahui rencana mereka langsungnya menuju TKP. Banyak siswa langsung melarikan diri dan ada juga yang melempari mobil polisi dengan batu.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan mengaku belum mengetahui pasti jumlah pelaku yang melakukan penyerangan dan membawa senjata tajam. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Palembang.
"Ada beberapa siswa yang melawan. Mereka masih diperiksa, ada senjata tajam dan batu yang diamankan," ungkap Rudi.
Sementara untuk siswa yang hanya terlibat dalam unjuk rasa tanpa izin tersebut diperbolehkan pulang. Hanya saja, mereka harus dijemput pihak sekolah dan orangtua.
"Kami tidak mengizinkan mereka pulang sendiri, ini jadi pelajaran bagi mereka, kita bikin sanksi jera," ujarnya.
Terkait demo tersebut, Rudi mensinyalir ada pihak yang mengakomodir dan dilakukan secara masif. Hal ini terbukti adanya pesan berantai ajakan turun ke jalan melawan DPR yang ditemukan di ponsel para siswa.
"Saya yakin seperti itu, karena dilakukan secara masif. Kami koordinasikan dengan Mabes Polri untuk menindaklanjutinya," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya