RSJ Lawang Siap Terima Caleg Stres karena Gagal Terpilih di Pemilu 2019

Kamis, 28 Februari 2019 14:03 Reporter : Darmadi Sasongko
RSJ Lawang Siap Terima Caleg Stres karena Gagal Terpilih di Pemilu 2019 Ilustrasi stres. Shutterstock/luxorphoto

Merdeka.com - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Rajiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, siap menghadapi 'endemi' gangguan kejiwaan saat musim gagal pencalegan. Rumah sakit mengantisipasi kemungkinan datangnya pasien dengan latar belakang kegagalan dalam kontestasi Pemilu Legislatif yang akan digelar pada 17 April mendatang.

Kepala Bidang Medik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Rajiman Wediodiningrat Lawang, dr Gunawan MMRS mengatakan, pelayanan pasien gangguan jiwa sudah menjadi kegiatan rutin dan bagian dari pelayanan. Rumah sakit akan melayani kasus-kasus pasien gangguan kejiwaan, termasuk salah satunya akibat gagal terpilih menjadi wakil rakyat di Pemilu 2019.

"Jadi kita mengantisipasinya dengan menyosialisasikan ke teman-teman di sini, ke dokter, psikolog, perawat tentang kemungkinan-kemungkinan kunjungan pasien dengan kasus-kasus seperti itu," kata Gunawan kepada merdeka.com, Kamis (28/2).

Gunawan menegaskan, rumah sakitnya tidak memberikan pelayanan khusus terhadap kasus yang ditimbulkan dari kontestasi pemilu legislatif. Sebab, konsep pelayanan rumah sakit berlaku universal.

"Semua pasien diperlakukan sama secara medis, hanya saja untuk pelayanan rawat inap kita mempunyai 4 jenis kelas, yakni kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. Standar pelayanan medis sama, hanya yang berbeda pada standar fasilitasnya saja," jelasnya.

RSJ Lawang memiliki kapasitas sebanyak 700 tempat tidur, dengan perincian 690 tempat tidur untuk gangguan jiwa dan 10 tempat tidur untuk kasus-kasus fisik. Fasilitas kamar berikut pelayannya akan membantu menyembuhkan masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan.

Berangkat dari pengalaman lima tahun lalu, dipastikan akan menerima pasien dengan latar belakang gagal pencalegan. Karena memang sudah seperti endemi atau musim layaknya penyakit demam berdarah atau lainnya.

"Kalau kasus dengan latar belakang stressor seperti itu hampir setiap waktu ada. Karena itu faktor risiko, kayak endemi musiman. Kalau musim demam berdarah banyak demam berdarah, kalau musim seperti itu otomatis. Yang berkompetisi banyak risiko itu pasti ada," jelasnya.

Namun dengan nada gurauan, Gunawan memastikan tidak perlu penerapan KLB (Kondisi Luar Biasa) seperti penyakit demam berdarah. Selain itu memang belum pernah terjadi adanya KLB caleg gagal.

"Tapi tidak sampai seperti KLB, itu tidak. Belum ada KLB caleg gagal," tegasnya tersenyum.

Ribuan caleg dan DPD akan bersaing sesuai tingkatan masing-masing. Gesekan para caleg dan kegagalan dipastikan akan menimbulkan dampak secara kejiwaan bagi pribadi caleg tersebut. Sehingga sangat tergantung dari managemen pengelolaan stres masing-masing. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2019
  2. Caleg Stres
  3. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini