RS Zahira: Bayi Dera terlahir dengan kerongkongan tak sempurna

Senin, 18 Februari 2013 21:19 Reporter : Arbi Sumandoyo
RS Zahira: Bayi Dera terlahir dengan kerongkongan tak sempurna Bayi Dera. mustiana lestari.©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Dera Nur Anggraini, bayi berusia 7 hari anak pasangan dari Eliyas Setyonugroho dan Lisa Darawati meninggal setelah 10 rumah sakit tidak bisa menampung Dera. Menurut keterangan Rumah Sakit Zahirah, tempat Dera dan Dara dilahirkan, Dera terlahir dengan kerongkongan yang tidak sempurna.

"Selama proses perawatan ditemukan kerongkongan yang tidak terbentuk dengan sempurna, fasilitas di sini minim maka bayi dirujuk ke rumah sakit lain yang punya fasilitas lebih baik," kata Direktur Utama RS Zahira, Andi Erlina saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jalan Sirsak, Jagakarsa, Senin (18/2).

Andi mengatakan Liza Darawati, ibu kandung anak kembar itu masuk ke RS Zahira atas rujukan RT dan Puskemas Pasar Minggu pada Minggu (10/2), sekitar pukul 21.30 WIB untuk dilakukan operasi caesar. Setelah dilakukan operasi caesar, Dera dan Dara lahir sekitar pukul 23.40 WIB dan 23.42 WIB.

"Diagnosa untuk dilakukan caesar, kehamilan pertama tidak berkelainan rabun jauh minus 8. Bayi pertama lahir seberat 1 kilogram dengan panjang 36 centimeter dan bayi kedua lahir seberat 1,4 kilogram panjang 39," ujarnya.

Andi mengatakan RS Zahira merekomendasikan keduanya untuk ke rumah sakit yang melayani Kartu Jakarta Sehat. "Tentu dengan rumah sakit yang melayani KJS dan melayani NICU, sebelum dirujuk ke RS lain maka RS Zahira menghubungi dulu rumah sakit yang akan dirujuk supaya bayi tidak terlantar, kita hubungi 5 rumah sakit dan dikatakan penuh, orang tua pasien langsung segera mendatangi RS, hasilnya yang memang seperti media ketahui tempat tidur penuh. Pada tanggal 12 Feb 2013 keluarga tandatangan menolak rujukan untuk NICU, dengan adanya tandatangan itu maka kami coba optimalkan, 16 Feb jam 18.30 kondisi bayi sudah tidak dapat tertolong," kata Andi.

Sedangkan untuk Dara, lanjut Andi pihaknya berkoordinasi dengan Suku Dinas Jakarta Selatan untuk menangani Dera ke RS Tarakan untuk mendapatkan NICU. "Bayi kedua semakin membaik dan kita berkoordinasi dengan Sudin Jaksel maka mentransfer bayi ke RS Tarakan untuk memperoleh NICU," ujarnya.

Baca juga:

Menkes: Dera meninggal karena kondisi buruk bukan ditolak RS

RSUB Harapan Kita bantah tolak bayi Dera

Alasan RSCM tolak bayi Dera

Komnas PA minta pimpinan RS yang tolak bayi Dera dipecat

Ada 10 rumah sakit yang tolak bayi Dera hingga meninggal [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Bayi Dera
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini