Robi Catat Pemberian Suap Bupati Muara Enim & Kroni di Buku Biru

Selasa, 26 November 2019 23:17 Reporter : Irwanto
Robi Catat Pemberian Suap Bupati Muara Enim & Kroni di Buku Biru JPU KPK tunjukkan buku biru. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Pemilik PT Indo Paser Beton, Robi Okta Fahlevi (35) menyimpan seluruh pengeluaran pemberian suap kepada Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dan kroninya di dalam buku bersampul biru. Buku tersebut diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (26/11).

Setiap transaksi pengeluaran dicatat pegawai terdakwa, Jennifer Capriati. Buku tersebut berisi para penerima suap yang ditulis dengan nama samaran.

Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani ditulis dengan nama Omar, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dengan sebutan Om Yas, Haji Onok atau Jionok bagi Ketua Pokja IV Dinas PUPR Muara Enim Ilham Sudiono, dan samaran Alvin bagi Kabid Pembangunan Jalan sekaligus PPK Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muchtar.

Buku tersebut ditampilkan JPU KPK di layat lebar persidangan. Nampak pada 7 Januari 2019, Omar atau Ahmad Yani menerima uang Rp3 miliar melalui Alvin atau Elfin.

Kemudian pada 2 Mei 2019, Ahmad Yani kembali menerima mobil Lexus senilai Rp1,15 miliar dan uang Rp1 miliar, bulan April kembali diserahkan uang Rp5 miliar kepada Ahmad Yani melalui Elfin.

Selanjutnya, pada 29 Januari 2019, Jionok alias Ilham Sudiono 'KB pan Jionok sebesar Rp600 juta', Haji Onok atau Ilham Sudiono pada 17 Mei 2019 diberikan uang Rp150 juta, lalu Rp500 juta, dan pada 13 Agustus 2019 tertulis pinjaman Haji Onok sebesar Rp250 juta.

Dalam sidang itu, JPU KPK Roy Riadi mencecar pengelola buku biru, saksi Jennifer. Bahkan, jaksa sempat kesal karena saksi menjawab tidak tahu setiap pertanyaan terkait buku biru.

"Anda jangan bilang tidak tahu terus, ini buku yang catat anda. Anda yang berkuasa atas buku ini," tegas Roy.

Saksi Jennifer mengaku hanya bertugas mencatat atas perintah terdakwa Robi. Setelah itu, buku itu diserahkan dan disimpan terdakwa.

"Saya hanya mencatat saja, orang-orang yang ada dicatatan juga saya tidak tahu itu siapa," jawab Jennifer.

Jennifer menjelaskan, atas perintah atasannya itu, dirinya membuat dua rekening tabungan di Bank Sumsel Babel dan Bank Mandiri. Dirinya juga beberapa kali melakukan penarikan atas perintah terdakwa.

"Waktunya saya lupa, tapi sehabis menarik uang saya catat di buku itu (biru), saya tulis sesuai omongan Pak Robi," kata dia. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini