Rizal Ramli Nilai Pengelolaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Seharusnya Digabung

Jumat, 8 November 2019 04:01 Reporter : Arie Sunaryo
Rizal Ramli Nilai Pengelolaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Seharusnya Digabung Rizal Ramli diperiksa KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pengelolaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan seharusnya sejak awal digabungkan menjadi satu. Dengan penggabungan itu, antara bagian kesehatan dan ketenagakerjaan akan saling mendukung.

Pernyataan tersebut dikemukakan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli usai menjadi pembicara Seminar Nasional Ekonomi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Kamis (7/11). Menurut Rizal, pada awalnya konsep BPJS dibuat dalam satu perusahaan, yakni untuk kesehatan dan ketenagakerjaan.

"Terlihat BPJS Ketenagakerjaan surplusnya banyak, mencapai puluhan triliun. Ngapain jadi dua, kan bisa masuknya satu," ujar Rizal tersebut.

Rizal menilai, jika digabung menjadi satu, akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan rakyat. Sehingga ke depan BPJS tidak lagi membebani rakyat dengan cara menaikkan premi. Menurut Rizal, sebenarnya masih ada cara lain yang lebih canggih dibandingkan dengan menaikkan premi.

"Menaikkan premi ini kan hanya untuk yang malas mikir saja. Ada beberapa cara memperbaiki keuangan BPJS tanpa merugikan masyarakat," katanya.

Yakni, lanjut dia, dengan mengurangi beban bunga. Bunga bank saat ini, dikatakannya, mencapai 8,3 persen. Jika dikurangi 1,5 persen maka akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan menurunkan bunga, pemerintah mendapat Rp 29 triliun yang bisa digunakan untuk menutup utang BPJS Kesehatan.

"Pemerintah enggak punya nyali dan enggak punya kemampuan untuk menurunkan bunga surat utang," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini