Ribuan Santri di Kudus Kecam Puisi Fadli Zon 'Doa yang Ditukar'

Jumat, 8 Februari 2019 17:55 Reporter : Ya'cob Billiocta
Ribuan Santri di Kudus Kecam Puisi Fadli Zon 'Doa yang Ditukar' Demo ribuan santri di Kudus kecam puisi Fadli Zon. Istimewa

Merdeka.com - Ribuan santri berasal dari pondok pesantren se-Kudus yang tergabung dalam Aliansi Santri Bela Kiai (ASBAK) menggelar demonstrasi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (8/2). Demo ini merupakan buntut dari puisi politikus Gerindra, Fadli Zon berjudul 'Doa yang Tertukar'. Puisi itu dianggap menghina KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Juru Bicara dan Koordinator Aksi M Sa'roni mengatakan, Maka, jika ada politisi menghina kyai, sama saja dengan menghina santri. Bantahan Fadli bahwa ia tidak bermaksud menghina mbah Moen, merupakan bentuk ketakutan sekaligus ingin lepas dari tanggung jawab.

"Walaupun politisi tersebut sudah memberikan penjelasan, bahkan saking takutnya kemudian memposting foto bersama, bahwa yang dimaksud dalam puisi Mbah Moen, bukanlah syaikhona, namun publik dan santri pada khususnya bukanlah orang bodoh dan ber-IQ rendah tidak bisa membaca kias siapa yang dituju," kata Sa'roni dalam keterangannya.

Menurutnya, kiai merupakan panutan bagi masyarakat khususnya para santri. Dengan kealimannya dan sikap tawadlu yang diperlihatkan, mencerminkan tingginya ilmu seorang kiai.

Dia menegaskan, ungkapan dalam puisi tersebut jelas menyayat kaum santri dan para muhibbin dengan mengidentikkan derajat kealiman seorang ulama besar. Sebagai seorang politisi sekaligus publik figur harusnya Fadli Zon, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Entah mungkin politisi tersebut tidak pernah mengaji 'al adab fauqa al ilm' yang selama ini menjadi pedoman dasar bagi seorang santri ketika menimba ilmu di pesantren," sindir dia.

Menurut dia, Fadli Zon seharusnya mengedepankan etika atau adab dalam berpolitik, jika memang semua tujuan politik ini adalah demi membangun bangsa Indonesia lebih baik, lebih maju dan lebih beradab. Bukan kemudian memainkan akrobat politik yang mengkesampingkan akhlak, etika, adab ataupun prilaku yang mana hal tersebutlah yang membedakan bangsa ini dengan bangsa lain.

Dia berharap para politisi mampu memberikan pendidikan politik yang cerdas dan beradab kepada masyarakat. Agar benar-benar bangsa ini bersatu bukan membelah bangsa ini hanya demi sebuah kepentingan kekuasaan.

"Luka para santri tidak akan redam tanpa ada permintaan maaf dari politisi tersebut kepada syaikhona. Luka itu akan semakin lebar dan semakin dalam ketika Fadli Zon seolah tanpa dosa mencuitkan kata-kata yang selalu memperkeruh bangsa ini," tegasnya.

Sa'roni meminta Fadli Zon memberikan politik yang santun dan beradab kepada masyarakat agar bangsa ini damai dan rukun dalam persatuan.

Sebelumnya, Fadli membuat puisi atas polemik salah ucap Mbah Moen saat berdoa disamping Jokowi.

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau penguasa tengik

Ya Allah
dengarlah doa-doa kami
dari hati pasrah berserah
memohon pertolonganMu
kuatkanlah para pejuang istiqomah
di jalan amanah

Fadli Zon, Bogor, 3 Feb 2019 [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini