Rekan Siti Masitha, Amir Mirza divonis 7 tahun penjara

Senin, 23 April 2018 17:22 Reporter : Dian Ade Permana
Rekan Siti Masitha, Amir Mirza divonis 7 tahun penjara Amir Mirza Hutagalung diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Rekan Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha, Amir Mirza Hutagulung divonis 7 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Amir Mirza yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai NasDem Brebes tersebut terbukti bersekongkol dengan Siti Masitha dalam kasus suap sebesar Rp 7 miliar.

"Menjatuhkan pidana selama 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Antonius Widjantono di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (23/4).

Vonis terhadap Amir lebih ringan dari tuntutan jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi yakni 9 tahun penjara. Amir didakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana Pasal 12 huruf B UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto pasal 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Hakim juga memertimbangkan hal yang meringankan terdakwa. "Hal yang meringankan karena terdakwa berlaku sopan. Terdakwa mengaku bersalah mengakui perbuatannya," jelasnya.

Amir Mirza adalah orang kepercayaan Wali Kota Siti Masitha dan menjadi perantara langsung uang suap Rp 7 miliar dari berbagai pihak di Kota Tegal. Suap diterima di antaranya dari Wakil Direktur Rumah Sakit Kardinah, Cahyo Supriadi dan Sadat Fariz.

Uang suap itu salah satunya digunakan Amir Mirza dan Masitha untuk mencalonkan diri di Pilkada Kota Tegal 2018. Dari uang suap yang diterima total Rp 345 juta dibagikan ke sejumlah partai politik, sebagai dana sosialisasi dan syukuran parpol.

Atas vonis hakum, Amir Mirza mengambil langkah pikir-pikir. Sikap dan tanggapan atas putusan majelis hakim akan disampaikannya dalam waktu yang ditentukan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum KPK, Joko Hermawan menyebut jika sebelum divonis hakim, Amir Mirza telah mengembalikan uang suap kepada KPK senilai lebih dari Rp3 miliar. "Uang yang cash Rp 1,5 miliar dikembalikan. Rinciannya banyak mulai dari pengusaha-pengusaha dan lain-lain. Total sekitar Rp 3 miliar lebih," jelasnya. Jaksa KPK juga masih belum menentukan sikap atas vonis hakim yang lebih rendah dari tuntutan sebelumnya.

Sebelumnya, Hakim juga telah memvonis Siti Masitha dengan penjara lima tahun dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Masitha terbukti bersalah atas kasus suap Rp 7 miliar dari proyek dan mutasi jabatan di Pemkot Tegal. Dari jumlah tersebut, setidaknya dia menikmati Rp 500 juta. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini