Rekan korban tragedi Trisakti minta kasus 1998 tak dipolitisir
Merdeka.com - Keluarga, rekan dan mahasiswa Universitas Trisakti hari ini menggelar aksi tabur bunga di makam Hendriawan Sie, mahasiswa Universitas Trisakti Fakultas Ekonomi yang tewas saat tragedi Trisakti Mei 1998. Dalam acara tabur bunga, mahasiswa angkatan 1996 meminta momentum peringatan Mei 1998 jangan dipolitisasi oleh sejumlah bakal calon presiden.
"Sekarang ini ada yang membawa ke ranah politik. Kami mau kasus ini tidak dipolitisasi yang hanya menaikkan elektabilitas mereka sebagai pemimpin," kata rekan Hendriawan, Jenta Prakasa saat tabur bunga di TPU Al Kamal, Jakarta Barat, Senin (12/5).
Dia juga mengatakan, kasus yang menewaskan empat orang mahasiswa Trisakti ini jangan menjadi komoditas sesaat. Dia juga meminta, masyarakat jangan melupakan kasus yang dianggapnya sebagai kejahatan besar.
"Kami akan terus berjuang. Berharap kasus ini selesai dengan sendirinya menunjuk siapa yang bertanggung jawab."
Sementara itu, orangtua Hendriawan Sie meminta pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelesaian kasus yang telah berjalan 16 tahun ini. Dia juga berharap pemerintah bisa memberikan tunjangan kepada dirinya.
"Berharap pemerintah membuka hati, memperhatikan nasib saya. Saya tidak punya tulang punggung untuk membiayai hidup," ujarnya.
Keempat mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas pada Tragedi Trisakti 1998 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Arsitektur angkatan 1996), Heri Hertanto (Fakultas Teknik Industri angkatan 1995), Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi angkatan 1996) dan Hafidin Royan (Fakultas Teknik Sipil angkatan 1995).
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya