Pemerintah mengerahkan sekitar 71.000 personel gabungan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Selain operasi pemadaman, pemerintah menjajaki pelibatan kalangan akademisi agar partisipasi publik semakin luas.
Menko PMK Sugiono menyatakan upaya pemadaman dilakukan terkoordinasi melalui satuan tugas di darat dan dukungan udara. Ia menekankan pentingnya kerja bersama lintas lembaga dan masyarakat dalam menekan dampak kebakaran hutan.
"Satgas darat diturunkan, kemudian udara juga dilakukan, dan saya kira ini merupakan suatu upaya yang sifatnya juga terpusat," kata Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pemerintah turut membuka peluang kolaborasi dengan dunia kampus guna memperluas dukungan masyarakat dalam penanganan karhutla.
"Kemudian kami juga sedang menjajaki kemungkinan untuk mengkolaborasikan ini dengan dunia akademik untuk mengundang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam rangka menangani karhutla ini," ujarnya.
Sugiono kembali menegaskan perlunya sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat, hingga warga dan relawan di lapangan.
"Oleh karena itu, kolaborasi dari berbagai unsur yang ada, baik itu pemerintah, dalam hal ini BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, kemudian masyarakat setempat, dan juga relawan-relawan merupakan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mengatasi semua ini," kata dia.
Advertisement
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Kebakaran Hutan
Sebelumnya, pemerintah menyalurkan bantuan tahap kedua untuk mempercepat penanganan karhutla di daerah terdampak. Bantuan tahap pertama telah dikucurkan pada 7 September 2026 kepada pemerintah provinsi serta 35 pemerintah kabupaten/kota.
"Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp 1.235 triliun," kata Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Daerah penerima bantuan meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.
Fokus bantuan diarahkan untuk melindungi masyarakat terdampak, antara lain melalui pelayanan kesehatan, pembagian masker, penyediaan oksigen portabel, serta pengoperasian rumah oksigen guna menghadapi paparan asap.
Di sisi lain, dukungan pemadaman diperkuat lewat penyediaan alat pelindung diri, pompa air, tangki air, selang pemadam, alat suntik air untuk lahan gambut, serta pembangunan sumur bor. Pemerintah juga mengalokasikan dukungan operasional dan logistik bagi personel di lapangan.
Sugiono berharap paket bantuan tersebut dapat mempercepat penanganan darurat sekaligus memaksimalkan perlindungan bagi warga di wilayah terdampak.
"Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla, kemudian membantu masyarakat yang terdampak semaksimal mungkin, dan juga merupakan wujud dari upaya keras pemerintah dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan," kata Sugiono.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321822/original/025073800_1786505831-pal2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379767/original/040397900_1792646903-142482.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354067/original/062171700_1789997795-b36bfa8d-eab4-409a-a9ab-2d8279415c44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379745/original/075283400_1792645840-PXL_20261022_094213022.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379662/original/060265800_1792643319-hotspot_BMKG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379579/original/090684800_1792639209-IMG_20261022_005826.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)