Kapolri Kerahkan Tim Korpolairud Usut Kebakaran KMP Batumandi

Kapolri turunkan tim Korpolairud mengusut kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda. Investigasi menyasar faktor teknis dan nonteknis.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Kapolri Kerahkan Tim Korpolairud Usut Kebakaran KMP Batumandi
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto setelah menerima audiensi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Gedung Utama Mabes Polri, Rabu (21/10/2026). (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menurunkan tim Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri untuk membantu penyelidikan kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi di perairan Selat Sunda.

Tim ini akan mendalami penyebab kebakaran, mencakup kemungkinan faktor teknis maupun nonteknis.

Arahan tersebut disampaikan Suyudi usai menerima audiensi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Gedung Utama Mabes Polri, Rabu (21/10/2026).

"Jadi tadi kami sudah diskusikan juga terkait masalah kecelakaan yang senantiasa terjadi di laut. Yang terakhir kemarin di Banten. Ini tentunya menjadi concern kita," ujar Suyudi.

Ia menyebut Korpolairud akan ikut membantu penyelidikan guna mengurai akar masalah secara komprehensif.

"Kita Polri, kita Korpolair nanti akan juga turun untuk membantu penyelidikan, apakah ini terjadi karena faktor-faktor teknis atau ada nonteknis, sehingga kita betul-betul bisa melihat lebih lebih jauh lagi," sambung dia.

Suyudi menambahkan, tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang dengan sengaja melakukan upaya yang tidak baik di laut, sehingga pendalaman diperlukan bersama jajaran Kemenhub.

"Tapi ini perlu pendalaman. Sehingga kita akan terus bekerja sama dengan jajaran Menhub," jelas Suyudi.

Investigasi Penyebab Bersama KNKT

Menhub Dudy Purwagandhi bersyukur seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi tanpa korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut.

"Terkait dengan kecelakaan kemarin sore dan menjelang malam, itu alhamdulillah bahwa seluruh penumpang dan juga awak kapal bisa dievakuasi dengan segera dan alhamdulillah juga tidak ada yang korban jiwa," ucap dia.

Ia menyatakan penyebab kebakaran masih perlu didalami melalui investigasi yang menyeluruh.

"Dan penyebabnya itu, tadi kami sudah menyampaikan kepada Pak Kapolri, kiranya perlu untuk didalami lebih dalam lagi terkait untuk investigasinya," kata dia.

Menurut Dudy, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta melihat seluruh aspek terkait kejadian tersebut.

"Dan juga kepada KNKT, se- seluruh aspek kami menyampaikan mohon untuk dilihat, baik teknis maupun nonteknis terkait dengan kecelakaan tersebut," jelas Dudy.

Data dan Penanganan KMP Batumandi

Sebelumnya, KMP Batumandi hangus terbakar pada Selasa sore, 20 Oktober 2026, saat membawa ratusan penumpang dan puluhan kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan," ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan, Rabu (21/10/2026).

Kapal dilaporkan terbakar dalam radius sekitar 700 meter dari Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry itu menyebabkan enam penumpangnya mengalami sesak napas, terluka hingga shock. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pulomerak hingga RS Krakatau Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

"Para penumpang yang telah dievakuasi mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pulomerak serta RS Krakatau Medika guna memastikan kondisi mereka," terangnya.

Kepolisian membuka posko untuk mendata penumpang yang kehilangan barang berharga serta kendaraan yang hangus terbakar di atas kapal.

"Pelayanan yang disediakan berupa penerbitan surat keterangan kehilangan guna membantu penumpang dalam mengurus kembali dokumen yang hilang," terangnya.

Saat ini, Dermaga 6 atau Eksekutif 1 dijadikan lokasi evakuasi dan penanganan korban kebakaran KMP Batumandi. Penumpang yang akan pulang ke wilayah Jabodetabek diantar dengan kendaraan yang telah disiapkan.

"ASDP juga memfasilitasi transportasi bagi penumpang yang hendak menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi," jelas Hendra.

Rekomendasi