Kualitas Udara Buruk Dikepung Asap, Kasus ISPA di Makassar Tembus 7.940

Pasien pengidap ISPA yang berobat mengalami kenaikan sekitar 13-20 persen berdasarkan data Agustus-pertengahan Oktober 2026.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar- Reporter
Kualitas Udara Buruk Dikepung Asap, Kasus ISPA di Makassar Tembus 7.940
Kabut asap di Kota Makassar yang menunjukkan kualitas udara buruk. (merdeka.com/ihwan fajar).

Kualitas udara yang buruk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan warga mengidap Infeksi Saluran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat. Hal tersebut berdasarkan jumlah pasien pengidap ISPA di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar.

Hubungan Masyarakat RSUD Daya Wisnu Maulana mengakui jumlah pasien pengidap ISPA yang berobat mengalami kenaikan sekitar 13-20 persen berdasarkan data Agustus-pertengahan Oktober 2026.

“Untuk pasien ISPA di RSUD Daya memang ada peningkatan sekitar 13–20 persen dari bulan Agustus, September hingga pertengahan Oktober. Peningkatan jumlah pasien ISPA ini baik rawat jalan, rawat inap maupun di IGD,” ujar Wisnu dihubungi pada Jumat (16/10).

Meski terjadi kenaikan jumlah pasien pengidap ISPA, Wisnu enggan memastikan penyebab akibat asap Karhutla. Meski demikian, Wisnu menyebut penyakit ISPA akibat dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan cuaca, paparan debu, polusi udara, serta infeksi virus dan bakteri.

"Untuk penyebab pasien ISPA apakah karena asap kebakaran hutan itu masih perlu penelitian lebih dalam lagi," ujar dia.

 

Kabut asap di Kota Makassar yang menunjukkan kualitas udara buruk. (merdeka.com/ihwan fajar).
Kabut asap di Kota Makassar yang menunjukkan kualitas udara buruk. (merdeka.com/ihwan fajar).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar dr Andi Mariani mengungkapkan ada 7.940 kasus ISPA di Kota Makassar. Dia memprediksi jumlah penderita ISPA akan terus meningkat karena memburuknya kualitas udara di Makassar.

“Misalnya kita lihat prediksinya, angka 7.940 di pertengahan bulan. Mungkin pada akhir bulan, kalau kita langsung kali dua sekitar 15 ribu sekian," tutur dia.

Meski demikian, Mariani belum bisa memastikan meningkatnya penderita ISPA di Makassar akibat udara buruk atau bukan. Mariani mengaku sedang memantau di seluruh puskesmas yang tersebar di Kota Makassar.

"Pemantauan bertujuan mendeteksi kemungkinan peningkatan kasus di tengah kondisi kualitas udara yang kurang sehat. Jika terjadi kenaikan, kita akan menelaah faktor penyebabnya sebelum menghubungkannya secara langsung dengan paparan kabut asap," tutur dia.

Mariani menjelaskan ISPA dapat dipicu berbagai faktor. Namun, paparan udara tercemar berpotensi memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang tidak sehat.

“Kita ketahui ada golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Golongan rentan tersebut cenderung akan lebih sensitif terhadap adanya masalah udara yang tidak sehat ini,” tutur dia.

Mariani mengimbau masyarakat mengurangi paparan polutan saat beraktivitas di luar ruangan. Salah satu langkah yang disarankan ialah menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara memburuk.

“Untuk sementara ini kami masih menyarankan penggunaan masker medis. Meskipun tidak ideal, masker medis jauh lebih baik ketimbang sama sekali tidak pakai masker,” pungkasnya.

Rekomendasi