Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berujung tragis. Tiga orang meninggal dunia setelah terjebak kobaran api di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Korban meninggal terdiri atas seorang petugas TNBTS dan dua sekuriti hotel setempat. Petugas itu adalah Sukaris (55), Operator Layanan Operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Balai Besar TNBTS. Dua lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi tiga korban meninggal dunia tersebut.
"Tiga orang meninggal dunia, satu petugas kami atas nama Pak Sukaris, serta dua orang sekuriti hotel yang turut membantu pemadaman," kata Endrip, Kamis (15/10/2026).
Selain itu, tiga orang mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi. Mereka adalah Hendra Rony Wagiyanata (25), petugas TNBTS; Munawi, relawan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) TNBTS; serta Suraji, sekuriti hotel.
"Seluruh korban luka langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan dirujuk ke RSUD Tongas untuk mendapatkan perawatan medis intensif," ujar Endrip.
Advertisement
Korban Luka Hingga Lebih dari 50 Persen dan Olah TKP
Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Camat Sukapura tentang adanya enam petugas yang terjebak api di kawasan tebing Gunung Bromo.
"Kami menerima laporan dari Camat Sukapura bahwa ada enam petugas yang terjebak api di kawasan tebing Gunung Bromo," ujar Oemar.
Satu korban selamat dikabarkan mengalami luka bakar sangat serius lebih dari 50 persen dan direncanakan dirujuk ke Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Medan tebing yang terjal, kondisi kemarau, serta tiupan angin kencang menjadi tantangan bagi petugas pemadam karena api kerap muncul kembali setelah dinyatakan padam.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo kini berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami kronologi peristiwa.
"Saat ini Satreskrim Polres Probolinggo masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami kronologi pasti peristiwa tersebut," pungkasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan konservasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374845/original/049765800_1792073454-IMG-20260912-WA0062.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5331639/original/017898900_1756443600-1000014807.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374850/original/078906700_1792074552-49a122ef-04ed-40fd-81a5-f9a73b287901.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309882/original/011202200_1785294583-09b640e2-a4aa-49aa-9dc6-bc654e52273f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374791/original/082451900_1792067615-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_19.30.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374821/original/017960000_1792070327-IMG_0025.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374823/original/045528900_1792070499-1000191749.jpg)