Satu keluarga dibunuh di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Polisi menyebut terduga pelaku diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan para korban dan mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Kapolres Tulang Bawang AKBP Adri Bhirawasto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan waktu dan lokasi kejadian yang pertama kali diketahui pada Senin pagi.
"Pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2026 sekira pukul 08.30 WIB telah diketahui terjadi peristiwa pembunuhan di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang," kata AKBP Adri, Senin (5/10/2026).
Tiga korban dalam peristiwa ini masing-masing bernama Rahmad, Hasanah, dan Defi. Polisi masih memburu terduga pelaku yang diduga ODGJ.
"Pelaku pembunuhan diduga merupakan keluarga korban (ODGJ) dan saat ini masih dalam proses pencarian serta penyelidikan," bebernya.
Petugas hingga kini tetap berada di lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan mendata saksi.
"Di lokasi kejadian peristiwa pembunuhan masih berlangsung olah TKP dan pencatatan identitas saksi-saksi," terangnya.
Advertisement
Tewas di Dalam Rumah
Sebelumnya, satu keluarga ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka di Kampung Purwa Jaya pada Senin pagi. Ketiganya merupakan ayah, ibu, dan seorang anak berusia 8 tahun, ditemukan dalam kondisi bersimbah darah.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kasatreskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama membenarkan penemuan tiga korban dalam satu rumah tersebut.
"Korban ada bapak, ibu, sama anak umur 8 tahun," kata Apfryyadi, Senin (5/10).
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran.
"Kami sudah mengantongi identitas pelaku. Pelaku dalam proses pengejaran," ujarnya.
Advertisement
Jenazah Dievakuasi ke RS Bhayangkara
Ketiga jenazah telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Apfryyadi memastikan para korban merupakan satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
"Ya, satu rumah," katanya.
Hingga kini, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik tewasnya satu keluarga tersebut.