Penanganan Pertama saat Anak Tersedak, 3 Menit Bisa Jadi Penentu

Seorang bocah berinisial GC (7) di Batang meninggal setelah diduga tersedak bakso. Beikut cara mengenali tanda dan pertolongan pertama saat anak mengalami sumbatan jalan napas.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Penanganan Pertama saat Anak Tersedak, 3 Menit Bisa Jadi Penentu
Seorang siswa kelas 3 meninggal dunia setelah tersedak biji buah kelengkeng saat berada di lingkungan sekolah, Selasa pagi. (Liputan6.com/Istimewa).

Seorang bocah perempuan berinisial GC (7) di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah diduga tersedak bakso saat bermain bersama teman-temannya. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (17/9) sore.

Saat itu, GC tengah bermain di halaman rumah bersama teman-temannya sambil makan bakso. Tiba-tiba, salah satu teman korban berteriak meminta pertolongan karena GC mengalami tersedak.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan menepuk-nepuk bagian punggung korban sembari memanggil orang tua GC.

Korban kemudian dibawa ke bidan desa untuk mendapatkan pertolongan. Namun, karena kondisinya sudah lemas, GC selanjutnya disarankan untuk dibawa ke Puskesmas Blado I. Pihak keluarga sudah menerima bahwa kejadian itu musibah.

"Sesampainya di Puskesmas Blado I korban dinyatakan sudah meninggal dunia," ujar Kapolres Batang Kombes Pol Warsono, Selasa (22/9).

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tersedak merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Pengetahuan mengenai tanda-tanda tersedak dan pertolongan pertama dapat menjadi hal penting ketika kondisi tersebut terjadi.

Bagaimana cara mengenali tanda awal anak tersedak?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan penanganan kondisi darurat pada anak menggunakan prinsip A-B-C, yakni airway atau jalan napas, breathing atau pernapasan, kemudian circulation atau sirkulasi/jantung. Pembagian penanganan juga perlu disesuaikan dengan usia anak.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali tingkat sumbatan jalan napas. Jika anak masih dapat menangis dengan keras atau batuk dengan kuat, hal tersebut menunjukkan jalan napas masih terbuka. Dalam kondisi ini, anak dapat didudukkan dengan nyaman dan terus dipantau. Penolong juga dapat melihat apakah terdapat benda asing yang tampak di dalam mulut.

Sebaliknya, apabila batuk anak mulai melemah, sulit bernapas, bibir membiru, tidak mampu bersuara atau hanya mengeluarkan suara rintihan, kondisi tersebut menunjukkan sumbatan jalan napas yang lebih serius dan membutuhkan tindakan segera.

Dalam kondisi darurat, segera minta bantuan medis melalui layanan 112 atau 119 dan lakukan pertolongan pertama sesuai kemampuan.

Kapan melakukan pertolongan pertama anak tersedak?

Menurut IDAI, anak dengan sumbatan jalan napas serius tetapi masih sadar dapat diberikan kombinasi teknik back blow dan chest thrust. Sebelum melakukan pertolongan, pastikan situasi aman dan anak berada pada posisi yang memungkinkan tindakan dilakukan dengan efektif.

Pertama, posisikan kepala anak lebih rendah daripada tubuhnya. Posisi tersebut memanfaatkan gravitasi untuk membantu mengeluarkan benda asing dari jalan napas.

Selanjutnya, lakukan lima kali back blow dengan memberikan hentakan menggunakan bagian bawah telapak tangan di antara kedua tulang belikat. Hentakan dilakukan dari jarak dekat dan cukup kuat untuk memberikan efek kejut sehingga benda asing dapat keluar.

Setelah lima kali hentakan, periksa apakah anak kembali bernapas atau benda yang menyumbat masih berada di jalan napas.

Jika sumbatan belum keluar, dapat dilanjutkan dengan lima kali chest thrust. Teknik back blow dan chest thrust dapat dilakukan secara bergantian sampai jalan napas terbuka kembali atau bantuan medis tiba.

Apa saja diberikan untuk pertolongan pertama jika anak tersedak?

Apabila anak berhasil kembali bernapas secara normal setelah benda asing keluar, jangan langsung memberikan minuman atau cairan.

IDAI menyarankan anak tetap dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah lain yang muncul setelah kejadian tersedak.

Kapan membawa anak tersedak makanan?

Situasinya berbeda apabila anak yang tersedak sudah tidak sadar. IDAI menyebut masyarakat tidak perlu membuang waktu dengan mencoba meraba denyut nadi karena hal tersebut sulit dilakukan oleh orang awam. Sebagai gantinya, perhatikan tiga tanda kehidupan, yakni bergerak, bernapas, dan batuk. Apabila ketiga tanda tersebut tidak muncul, maka segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan minta bantuan medis.

Pada anak yang sudah tidak sadar, pertolongan RJP dilakukan untuk membantu mempertahankan sirkulasi dan oksigenasi sambil menunggu bantuan medis.

Kecepatan menjadi faktor penting dalam kondisi ini. Dr. Tuti Rahayu, Sp.A, Subsp. ETIA (K) dari Unit Kerja Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI JAYA, mengatakan anak yang mengalami kekurangan oksigen selama sekitar tiga menit berisiko mengalami kerusakan otak permanen.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu memberikan pertolongan darurat ketika menemukan anak tersedak, sembari segera menghubungi layanan medis.

Kasus yang menimpa GC di Batang ini menjadi pengingat bahwa kejadian tersedak dapat berlangsung dalam waktu singkat dan berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa. Karena itu, mengenali tanda sumbatan jalan napas dan mengetahui pertolongan pertama menjadi bekal penting bagi orang tua maupun masyarakat umum.

Rekomendasi